Berkah Wisata Ramai, Warga Pantai Gelar Labuhan Kambing

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Rabu, 06 November 2013 13:55 WIB
Berkah Wisata Ramai, Warga Pantai Gelar Labuhan Kambing

MELABUH SESAJI Satu dari sembilan tandu berbentuk miniatur rumah joglo berisi sesaji dilabuh para nelayan ke tengah lautan berjarak 2 Mil dari bibir pantai dalam upacara tradisi Sedekah Laut di Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, DI. Yogyakarta, Kamis (29/08/2013). Ratusan nelayan bersama warga pesisir pantai Baron menjalankan upacara tradisi Sedekah laut sebagai penanda jelang musim panen besar ikan serta menjadi wujud rasa syukur para nelayan atas kelimpahan tangkapan ikan dan keselamatan selama mengarung

Harianjogja.com, BANTUL—Labuhan sebagai salah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, masih menjadi tradisi budaya yang dipegang teguh sebagian besar masyarakat Jawa.

Pada perayaan 1 Sura atau Tahun Baru Islam yang jatuh Selasa (5/11/2013), sejumlah warga Bantul menggelar tradisi labuhan, seperti di Pantai Parangkusumo, Pantai Samas dan Pantai Goa Cemara dan beberapa lokasi lain.

Di Pantai Goa Cemara di Dusun Patehan, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, ratusan warga beramai-ramai mengarak kepala, kulit dan kaki kambing hitam untuk dilarung ke laut selatan. Dengan berpakaian tradisional Jawa, warga memulai labuhan sekitar pukul 10.00 WIB.

Penasihat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Goa Cemara, Sadiyo, mengatakan, mereka percaya bahwa penguasa laut selatan turut memberi berkah kehidupan bagi warga Pantai Goa Cemara. Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, mereka melabuh sedekah ke laut.

Pada Senin (4/11/2013) malam, tradisi labuhan juga digelar di Pantai Samas dan Parangkusumo di Kecamatan Kretek, Bantul.

"Karena Labuhan Sura itu biasanya dilakukan oleh orang pribadi jadi kebanyak orang pribadi yang ikut labuhan," terang Sugiono, warga Dusun Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek.

Ia membantah labuhan merupakan kegiatan musrik yang dilarang agama. Menurutnya, labuhan bisa dimaknai sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus wujud melestarikan budaya Jawa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online