GKR Hemas Anggap Negara Membiarkan Terjadinya Aksi Kekerasan

Minggu, 10 November 2013 09:41 WIB
GKR Hemas Anggap Negara Membiarkan Terjadinya Aksi Kekerasan

GKR Hemas Anggap Negara Membiarkan Terjadinya Aksi Kekerasan

Harianjogja.com JOGJA- Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menilai serangkaian tindak kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Jogja itu karena pembiaran oleh aparat negara.

Hal itu diungkapkan dalam Dialog Publik Mewujudkan Jogja Istimewa Tanpa Kekerasan, Sabtu (9/11/2013).

Dalam dialog yang digelar di Aula Gedung Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY itu, GKR Hemas yang bertindak sebagai salah satu pembicara mengatakan aksi kekerasan yang dilakukan elemen tertentu sebenarnya bisa dicegah jika para pimpinan memerintahkan bawahannya yang bertugas di lapangan untuk berrindak tegas.

Istri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X ini mencontohkan aksi penyerangan di Monas beberapa tahun silam, jelas dikarenakan adanya pembiaran oleh instrumen negara.

Sedangkan jika melihat kasus penyerangan diskusi di Lembaga Kajian Islam dan Transformasi Sosial (LkiS) setahun silam, menurut GKR Hemas, selain karena ada pembiaran alat negara, juga karena adanya pembiaran yang dilakukan masyarakat sekitar.

“Jadi aparat harus lebih sensitif untuk menjaga keamanan. Jika terjadi suatu tindak kekerasan, pimpinan negara setelah berkoordinasi, harus melakukan upaya tindak lanjut secara nyata,” katanya.
(MG Noviarizal Fernandez/JIBI/Harian Jogja)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online