Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
MELABUH SESAJI Satu dari sembilan tandu berbentuk miniatur rumah joglo berisi sesaji dilabuh para nelayan ke tengah lautan berjarak 2 Mil dari bibir pantai dalam upacara tradisi Sedekah Laut di Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, DI. Yogyakarta, Kamis (29/08/2013). Ratusan nelayan bersama warga pesisir pantai Baron menjalankan upacara tradisi Sedekah laut sebagai penanda jelang musim panen besar ikan serta menjadi wujud rasa syukur para nelayan atas kelimpahan tangkapan ikan dan keselamatan selama mengarung
Harianjogja.com, KULONPROGO- Untuk yang ketiga kalinya setelah 10 tahun sempat terhenti, ritual tahunan Labuhan 10 Muharram dari Puro Pakualaman kembali dilaksanakan di Pantai Glagah, Kamis (14/11/2013).
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Labuhan Pakualaman kali ini lebih melibatkan masyarakat. Dari sembilan gunungan yang diarak, lima di antaranya berasal dari lima desa di pesisir Kulonprogo, antara lain, Desa Palihan, Jangkaran, Glagah, Karangwuni, dan Sindutan.
Ritual dimulai dengan kirab sejumlah barang milik Sri Paduka Pakualam IX , gunungan, serta Bergodo Tayuban, Godean, dan Plangkir dan Lombok Abang, dari Pesanggrahan Glagah menuju pendopo pantai Glagah yang berjarak tiga kilometer.
Benda yang dilabuh antara lain, potongan kuku, potongan rambut, serta pakaian bekas. Sementara, ubarampe yang dibawa antara lain, pisang sanggan, kain parang barong, tumpeng rombyong, kembang setaman, dan ketan kolak kencono.
Setelah memanjatkan doa bersama di pendopo, perangkat upacara itu dibawa ke bibir pantai. Ageman dalem, potongan kuku dan rambut, serta bunga sesaji dan jenis ubarampe lainnya dilarung ke laut lepas. Sedangkan, gunungan berisi aneka hasil bumi menjadi rebutan ribuan pengunjung yang hadir di tempat itu.
Penghageng Kawedanan Ageng Keprajan Pambudidaya Puro Pakualaman, KPH Kusumo Parasto, menuturkan, filosofi labuhan sebagai bentuk keseimbangan hidup.
“Semua yang berasal dari alam kan kembali ke alam, semua milik Tuhan dan akan kembali lagi pada-Nya,” ujarnya usai pelaksanaan labuhan.
Potongan kuku, rambut, dan pakaian bekas, kata dia, menjadi simbol membersihkan diri. Dicontohkannya, kuku selalu tumbuh panjang dan dibuang untuk menghadirkan kuku yang baru, demikian pula halnya dalam kehidupan yang kotor selalu dibersihkan.
Menurutnya, tradisi ini menjadi interaksi sosial antara Raja Kadipaten Pakualaman dengan masyarakat. Sebagai bentuk konkritnya, masyarakat turut menyumbang gunungan yang diarak dalam labuhan kali ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Progres Tol Jogja-Solo segmen Purwomartani-Maguwoharjo mencapai 47% dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan konstruksi elevated.
Laptop bekas Rp1 jutaan masih bisa digunakan untuk kerja dan UMKM. Simak tiga pilihan serta tips mengecek kondisinya sebelum membeli.
Ariana Grande mendapat izin subpoena cepat untuk mengungkap peretas yang diduga mencuri dan membocorkan 45 lagu belum dirilis.
Max Verstappen memperpanjang kontrak Red Bull hingga 2030 dan mengakhiri spekulasi kepindahan ke Mercedes.
Gempa Bantul M 3,6 terjadi Kamis sore. BMKG mencatat pusat gempa berada 11 km tenggara Bantul dengan kedalaman 10 km.