Mobil Wisatawan Boyolali Terperosok ke Telaga Sarangan, 6 Selamat
Toyota Agya berisi enam wisatawan Boyolali terperosok ke tepian Telaga Sarangan, Magetan. Seluruh penumpang selamat tanpa luka.
JIBI/Desi Suryanto Kelompok kesenian angguk Gita Gilang tampil memukau dengan kreasi baru tarian angguk dalam Pentas Kesenian Tradisional Kreatif dan Inofatif di Halaman Kantor DPRD Provinsi DIY di Jalan Malioboro, Jogja, Sabtu (15/12/2012). Pagelaran pentas yang menampilkan beragam kreasi baru kesenian tradisional ini dimotori oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY sebagai ajang unjuk diri kelompok-kelompok kesenian untuk terus mengembangkan diri dalam medium kesenian tradisi.
Harianjogja.com, JOGJA–Selama November 2013, sebanyak 24 kelompok kesenian tradisional yang berasal dari empat Kabupaten dan Kota di DIY akan tampil halaman Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jl. Sriwedani No 2.
Kegiatan bakal berlangsung setiap akhir pekan (Sabtu-Minggu) dari pagi hingga malam. Kegiatan ini dilakukan untuk mengakomodasi kesenian tradisi di DIY yang makin hari kian terpinggirkan.
Menurut penanggung jawab kegiatan, Sri Eka Kusumaningayu, pentas bertujuan memberi ruang ekspresi kepada kelompok kesenian tradisional agar mendapat apreasi seluas-luasnya dari masyarakat.
“Gelar seni ini untuk membuka ruang apreasi, sebagai upaya agar masyarakat kembali mengenali dan mencintai kesenian tradisi yang kini nasibnya semakin terpinggirkan oleh pengaruh global melalui tayangan televisi,” ujar Sri Eka Kusumaningayu kepada Harianjogja.com, Minggu (17/11/2013).
Jumlah kelompok kesenian tradisi di Jogja, kata Sri Eka, saat ini mencapai ratusan, namun kondisinya seakan mati suri. Selain karena jarang ditampilkan, juga karena mandegnya regenerasi. Rendahnya generasi muda untuk terlibat pada aktivitas seni tradisi dinilai menjadi penyebab utama terancamnya proses regenerasi bagi pelaku kesenian tradisi.
“TBY mencoba memberi ruang agar kelompok kesenian tradisi bisa tampil secara rutin. Harapan kami program ini bisa menumbuhkan minat generasi muda agar peduli dan ikut berperan aktif dalam proses kelangsungan kesenian tradisional, “ kata Sri.
Sri menambahkan, program tersebut juga mencoba merespons tren kunjungan wisata di Jogja yang selalu meningkat di setiap akhir pekan. Dengan digelarnya program gelar seni setiap akhir pekan ini, bisa menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jogja kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Semoga melalui program ini juga mampu menarik kunjungan wisata ke Jogja dan memberi kontribusi dalama peningkatan lama tinggal wisatawan di kota budaya ini,” tandas Sri Eka Kusumaningayu.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis, tanpa dipunggut biaya bagi masyarakat yang ingin menyaksikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Toyota Agya berisi enam wisatawan Boyolali terperosok ke tepian Telaga Sarangan, Magetan. Seluruh penumpang selamat tanpa luka.
Jadwal KRL Palur-Jogja Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Stasiun Jogja, termasuk waktu di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di tiap stasiun.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.