Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Ilustrasi beasiswa (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, KULONPROGO-Peran dunia usaha Kulonprogo dalam Gerakan Nasional Orangtua Asuh (GNOTA) masih minim. Hal ini disebabkan belum terkoordinasinya forum Corporate Social Responsibility (CSR) di kabupaten, sehingga Kulonprogo masih bergantung pada dunia usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Setda Kulonprogo, Arif Prastowo, mengatakan, secara formal dunia usaha di Kulonprogo belum berperan terhadap gerakan orangtua asuh, namun sudah dilakukan beberapa dunia usaha secara parsial, misal Bank Pasar.
Menurutnya, persoalan komunikasi dan ketiadaan forum menjadi penyebab utama.
"Oleh, karena itu, kami sedang dalam proses mendorong terbentuknya forum CSR," ujarnya di sela-sela acara penyerahan bantuan GNOTA di Gedung Kaca, Senin (18/11/2013).
Dijelaskannya, forum menjadi penting supaya bantuan untuk siswa tidak mampu tidak tumpang tindih dan merata. Contohnya, satu siswa berulang kali mendapat bantuan, sementara siswa lainnya tidak tersentuh sama sekali.
Saat ini jumlah siswa miskin di Kulonprogo mencapai 23.000-an yang terbagi dalam bantuan untuk siswa miskin sebanyak 6.500-an siswa SMP, 13.000-an siswa SD, serta 4.000-an siswa GNOTA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
CKG Lansia digelar tiap tiga bulan di 45 kelurahan Kota Jogja untuk mendeteksi dini penyakit dan memperkuat kesehatan lansia.
MK menggelar sidang pengucapan putusan atau ketetapan 17 perkara pada Jumat pukul 14.00 WIB, termasuk uji KUHP dan UU Polri.
BPH Migas menyebut distribusi B50 sejak 1 Juli 2026 berjalan lancar dan kendaraan dapat menggunakannya secara normal.
Studi Formasi Nanggulan di Kulonprogo mengungkap keunikan batuan endapan badai purba yang menarik untuk terus diteliti.
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.