Pemkot Jogja akan Petakan Daerah Rawan Bencana

Jumali
Jumali Jum'at, 22 November 2013 13:34 WIB
Pemkot Jogja akan Petakan Daerah Rawan Bencana

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI EVAKUASI KORBAN BANJIR-- Sejumlah relawan dan anggota Polisi membantu korban saat simulasi bencana banjir untuk pembentukan kampung siaga bencana di Kelurahan Pringgokusuman, kec. Gedongtengen, Jogja, Minggu (13/5). Simulasi atau pelatihan tersebut sebagai upaya dan persiapan serta pelatihan bagi warga untuk mengantisipasi bencana yang datang sewaktu-waktu.

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dalam waktu dekat akan menetapkan daerah rawan bencana di wilayahnya.

Hal itu dilakukan sebagai langkah awal penyiapan warga terkait dengan penanggulangan bencana.

“Tetapi, sebelum kami keluarkan, kami akan melakukan kajian terlebih dahulu. Terutama mengenai perubahan iklim dan cuaca,” kata Walikota Jogja, Haryadi Suyuti, Jumat (22/11/2013).

Menurut Walikota, pengkajian penting dilakukan karena berkaitan dengan sikap warga. Pemkot tidak berkeinginan ketika dikeluarkannya keputusan tersebut, justru warga merasa resah.

“Yang terpenting itu justru kesiapsiagaan warga. Nanti kami akan koordinasi dengan BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah],” harap dia.

Terkait dengan belum terintegrasikannya BPBD Kota Jogja dengan BMKG dan BPPTKG Jogja, Walikota memerintahkan agar badan tersebut segera melakukan pengintegrasian.

Pengintegrasian dipandang penting, mengingat selain ancaman erupsi Gunung Merapi, ada 12 macam bencana alam yang berpotensi membahayakan warga.

“Nanti akan kami cek. Saya sampaikan pengintegrasian antara BPBD dengan dua instansi itu wajib dan mendesak dilakukan,” tandas dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online