Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di kisaran Rp17.940-Rp18.000 per dolar AS.
Foto ilustrasi resik-resik atau kerja bakti membersihkan sampah. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS). Program ini kini telah menjangkau seluruh 45 kelurahan di Kota Jogja sebagai upaya mendorong perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Penguatan Gerakan Mas JOS dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), kelompok PKK, pelaku usaha, sekolah, perguruan tinggi, hingga jaringan Bank Sampah Unit yang tersebar di berbagai wilayah. Saat ini, terdapat 701 Bank Sampah Unit yang menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan program tersebut menjadi salah satu strategi utama untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
"Program Mas JOS ini telah menjangkau masyarakat di seluruh 45 kelurahan Kota Yogyakarta," kata Hasto Wardoyo, Selasa (16/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, masyarakat didorong menerapkan lima langkah utama yang menjadi fondasi Gerakan Mas JOS. Langkah tersebut dimulai dari memilah sampah sesuai jenisnya, menyalurkan sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik secara mandiri, menghabiskan makanan untuk mengurangi food waste, hingga menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali.
"Yakni, memilah sampah sesuai jenis, menyalurkan sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan untuk mengurangi food waste, serta menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali," ujarnya.
Menurut Hasto, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan perubahan pola pikir masyarakat agar pengelolaan sampah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Ia menilai upaya pengurangan sampah harus dibarengi dengan rekonstruksi sosial yang mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Lebih jauh, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penanganan limbah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian, ketertiban, kesejahteraan sosial, serta kualitas hidup masyarakat perkotaan.
"Salah satu program utama yang terus dikembangkan adalah Gerakan Mas JOS. Program ini merupakan gerakan pengelolaan sampah berbasis aksi nyata dan berkelanjutan," katanya.
Melalui Gerakan Mas JOS, Pemkot Jogja berharap partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah terus meningkat. Pemilahan sampah sejak dari sumbernya dinilai menjadi langkah penting untuk menekan volume sampah yang harus ditangani pada tahap akhir pengolahan.
Menurut Hasto, pendekatan berbasis masyarakat tersebut menjadi salah satu jawaban atas tantangan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi. Dengan semakin banyak warga yang terlibat dalam Gerakan Mas JOS, kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kota Jogja diharapkan dapat terus terjaga seiring meningkatnya kesadaran pengelolaan sampah dari sumbernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di kisaran Rp17.940-Rp18.000 per dolar AS.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.