Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 22 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA- Penemuan Kapal Selam U-Boat Angkatan Laut Jerman di perairan nasional laut Jawa, tak terlepas dari peran enam penyelam Sentra Selam Jogja. Uniknya, penemuan harta karun tersebut berangkat dari ide iseng sejak dua tahun lalu.
Dari sebuah kantor Sentra Selam Jogja di Jalan Pandega Marta 52, Sleman, ada cerita menarik terkait penemuan kapal selam U-Boat Angkatan Laut Nazi Jerman di dasar Laut Jawa. Penemuan itu cukup mengejutkan.
Selain baru pertama kali ditemukan di Indonesia, kapal itu ditemukan oleh arkeolog dan penyelam lokal.
"[Penemuan itu] Benar-benar mengesankan. Baru pertama kali kapal selam ditemukan di Indonesia," ujar Budi Agung Darmawan Ketua Tim Penyelam penemuan U-Boat Jerman itu kepada Harian Jogja, Senin (25/11/2013).
Pria yang akrab dipanggil Jecky itu bercerita, niat untuk mencari U-Boat muncul sekitar dua tahun lalu. Saat itu, katanya, sejumlah penyelam Sentra Selam Jogja termasuk arkeolog muda Shinatria Adhityatama, 25, tertarik untuk menemukan U-Boat itu.
Studi kecil-kecilan baik berdasarkan literatur maupun informasi dari masyarakat di sekitar Karimun Jawa pun dilakukan.
Sejumlah data pendukung, termasuk pengakuan dari penunjuk jalan yang pernah menemukan bangkai kapal dan sepatu boot itu sekitar perairan Laut Jawa pun diperdalam.
Keyakinan para penyelam pun semakin menguat untuk mencari U-Boat. Sayangnya, niat mereka untuk melanjutkan misi terkendala dana dan status hukum bila benda tersebut benar-benar ditemukan.
Beruntung, salah seorang inisiator penelitian itu (Shinatria) diterima menjadi tenaga honorer di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas). Jalan untuk mewujudkan misi itu pun seakan terbentang lebar.
Melalui dana Pekerjaan Penelitian Bawah Air Puslitarkenas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) misi tersebut berjalan.
"Dana penelitiannya sangat minim. Jauh dari standar dana penelitian bawah air yang biasanya nilainya miliaran. Tapi, kami tidak berkecil hati. Kami manfaatkan jaringan kami di Karimun Jawa," ucap pria yang 24 tahun menjadi penyelam profesional tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.