Bursa Mineral Prabowo Didukung APNI, Ini Syaratnya
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Ilustrasi Rancangan APBD (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, BANTUL–Pencoretan dana hibah Dewan pada APBD Perubahan 2013 berbuntut panjang. Kini, giliran Dewan “membalas” dengan mencoret pos anggaran hibah eksekutif di sejumlah SKPD untuk RAPBD 2014.
“Kami terpaksa mencoret pos-pos anggaran hibah yang disusun eksekutif dalam RAPBD 2014. Hal ini kami laukan karena dana itu rawan penyimpangan, terutama karena 2014 merupakan tahun politik,” ujar Ketua Komisi D DPRD Bantul, Sarinto, saat ditemui Harianjogja.com, Rabu (27/11/2013).
Sarinto mengaku dirinya yang mencoret dana hibah bantuan pendidikan siswa miskin senilai Rp 2,7 miliar. Tak hanya itu, mata anggaran serupa pada Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) senilai Rp200 juta juga dicoret.
“Jadi dana sekitar Rp3 miliar kami selamatkan dari rencana penggunaan yang tidak berdasar kebutuhan riil,” katanya.
Pencoretan bantuan pendidikan siswa miskin, menurut Sarinto, bukan tanpa alasan. Dia menyatakan sejak awal pihaknya sudah menyampaikan agar eksekutif melakukan perhitungan riil kebutuhan siswa kategori miskin.
“Perinciannya untuk apa saja dan ada berapa siswa miskin yang memang butuh dibantu. Tapi tidak dilakukan,” ujarnya.
Anggota Dewan dari Fraksi PKS, Amir Syarifudin, membenarkan adanya pemangkasan dana hibah. Menurutnya, ada sekitar Rp7 miliar anggaran dana hibah dicoret dari beberapa pos SKPD seperti dari Dinas Keluatan dan Perikanan sebesar Rp2,6 miliar, Dinas Pendidikan Dasar serta Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Rp3 miliar, Disperindakop Rp1,3 miliar dan Dinas Pemuda dan Olahraga. “Semuanya belum bisa kami total jumlahnya,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Mardi Ahmad, mengaku belum bisa menjelaskannya. Disinggung soal banyaknya hibah yang dicoret Dewan, Mardi belum bisa memastikannya.
“Masih dibahas bersama dengan Dewan untuk diparipurnakan . Enggak mungkin sampai begitu karena semua untuk kepentingan masyarakat Bantul,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Galaxy S26 FE dijadwalkan hadir 27 Agustus 2026. Simak bocoran layar, chipset, kamera, RAM, penyimpanan, dan baterainya.
Kenali 15 tanda rambut dan kulit kepala sudah perlu keramas, mulai dari berminyak, lepek, ketombe hingga penumpukan produk.
Harga pangan nasional Jumat 21 Agustus 2026 mencatat cabai rawit merah Rp69.200 per kg dan telur ayam ras Rp29.250 per kg
OTT KPK terhadap Rektor Unsoed menambah daftar pimpinan kampus yang terseret korupsi. Simak deretan kasus rektor yang pernah berhadapan dengan hukum.
Toyota batasi pasokan GR GT 200-250 unit di AS. Strategi cegah spekulan. Harga mulai Rp3,4 miliar, mesin V8 hybrid 641 hp.