HIV/AIDS DI DIY : Dari 2.288 Penderita, hanya 657 yang Aktif Periksakan Diri
A man points at an artwork at a conceptual art exhibition about HIV/AIDS in Tehran December 2, 2007. REUTERS/Morteza Nikoubazl
Harianjogja.com, JOGJA – Penyakit HIV/AIDS menjadi ancaman bagi DIY. Pada penghujung 2013 wilayah DIY dinyatakan epidemi HIV/AIDS. Saat ini jumlah penderita sudah mencapai 1.363 kasus untuk HIV dan 965 kasus untuk AIDS atau total pasien mencapai 2.288 orang.
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DIY mencatat jumlah penderita naik setiap bulan. Seks bebas pun menjadi pemicu utama penyebaran HIV/AIDS. Fakta ini tentu berbeda dengan beberapa tahun lalu, dimana pemakaian jarum suntik secara bergantian di kalangan pemakai narkoba menjadi penyebab dominan penyebaran penyakit mematikan ini.
Kalangan pria masih menjadi penderita terbesar yakni mencapai 1.460 orang. Sedangkan perempuan sekitar 762 orang, dan yang tak diketahui terdapat 66 orang.
"Jumlah penderita paling banyak di Kota Jogja. Disusul Sleman, kemudian Bantul," jelas A. Riswanto, Sekretaris KPA DIY, Kamis (28/11/2013).
Riswanto mengakui penyebab utama peningkatan penderita adalah faktor seks bebas yang semakin mewabah. Seks bebas yang dilakukan pria di lokalisasi memicu keadaan tersebut.
"Lokalisasi ditutup atau tidak sama saja. Bekas PSK-pun bisa berpindah ke tempat lain," imbuh Riswanto.
Fakta yang disayangkan, dari 2.288 kasus, baru 657 pasien yang aktif memeriksakan diri dan mengambil obat. Sedangkan sisanya tidak diketahui.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share