Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Ilustrasi penusukan (JIBI/Dok)
Harianjogja.com, BANTUL-Dalam dua minggu terkahir kasus pembacokan marak terjadi di Bantul. Kemiskinan ditengarai memicu aksi kriminalitas tersebut.
Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bantul AKP M.Kasim Akbar Bantilan mengatakan, belum berselang sebulan, sudah ada dua kasus pembacokan yang terjadi di Bantul. Modusnya juga sama. Pertama pelaku memalak korban lalu membacok.
Kejadian pertama kasus pemalakan yang berujung pembacokan di Sedayu, Bantul. Saat itu dua orang pria menjambret telepon genggam BlackBerry milik seorang warga di Sedayu. Pelaku juga membacok korban sehingga harus dirawat di rumah sakit.
Terakhir http://www.harianjogja.com/baca/2013/12/01/empat-preman-patalan-penganiaya-didit-diringkus-470169" target="_blank">pembacokan berujung kematian yang terjadi di Jalan Parangtritis KM 14,5. Sebelumnya, para pelaku juga memaksa meminta rokok dan uang ke warga lalu terlibat perdebatan hingga korban tewas dibacok di bagian kepala. "Untung saja, semua pelaku dari dua kasus itu berhasil ditangkap," ujarnya Senin (2/12/2013).
Menurut Akbar sapaan akrabnya, maraknya pembacokan dipicu karena alasan ekonomi. Mayoritas pelaku kriminal tersebut adalah pengangguran. "Mereka melakukan itu karena ekonomi. Mereka juga enggak jelas pekerjaannya apa," tuturnya.
Selain itu, para pelaku sebagian juga sudah terkenal membuat keributan di masyarakat. Misalnya pelaku pembacokan di Jalan Parangtritis yang juga warga Patalan, Jetis tempat kejadian perkara. Warga di daerah tersebut sudah mengenal jejak buruk pelaku.
Akbar menambahkan, maraknya kasus pembacokan itu menjadi "kado" untuknya yang belum sebulan menjabat Kasat Reskrim Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.
Simak cara menyalakan genset saat listrik padam dengan aman agar terhindar dari korsleting dan kerusakan mesin.