Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Investor dari negara Timur Tengah menjajaki Kulonprogo. Para pelaku bisnis yang berasal dari 19 negara itu melihat langsung lokasi pilot project penambangan pasir besi PT Jogja Magasa Iron, pelabuhan perikanan Tanjung Adikarto, dan pabrik Quick Tractor Sentolo, Kamis (12/12/2013).
Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari kegiatan Indonesia-Middle East Update (IMEU)dan dipimpin oleh Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Febrian Alphyanto Ruddyard.
Menurutnya, IMEU merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri untuk memperkenalkan para pengusaha maupun investor dari 19 negara di timur tengah. "Mereka dibawa ke daerah untuk dipertemukan dengan pengusaha-pengusaha di daerah," ujarnya.
Para pelaku bisnis dan investor Timur Tengah dibawa ke Jogja karena daerah ini memiliki potensi yng cukup besar, mulai dari pariwisata, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya.
Ia menilai, ada peluang besar untuk mengisi negara-negara Timur Tengah, mengingat sebagian besar negara tersebut bukanlah negara industri, melainkan negara konsumen. "Dari pada mereka beli jauh-jauh dari Eropa kenapa tidak beli dari Indonesia, apalagi sesama negara Islam,” imbuhnya.
Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengatakan, Kulonprogo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan baik untuk bidang pertambangan, maupun bidang perikanan.
Peluang investasi untuk penambangan pasir besi adalah pabrik pengolahan pig iron menjadi barang setengah jadi dan barang jadi.
Di wilayah pantai selatan juga telah dibangun Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarta yang direncanakan mampu didarati kapal dengan kapasitas sampai 150 GT. Keseluruhan pembangunan pelabuhan telah rampung sekitar 75% dan diharapkan 2014 sudah dapat beroperasi penuh. "Selain itu Kecamatan Sentolo juga diproyeksikan menjadi kawasan industri internasional," katanya saat menerima rombongan di Gedung Kaca kompleks Pemkab Kulonprogo.
Ia juga menaruh harapan besar supaya para pelaku ekonomi dan bisnis dari Timur Tengah berkenan menanamkan investasinya di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus
Gunung Merapi kembali meluncurkan APG sejauh 2 km ke barat daya. Merapi masih Level III Siaga, warga diminta menjauhi zona bahaya.
Festival Mustika Rasa di Jogja mendorong kedaulatan pangan melalui pemanfaatan bahan lokal dan lebih dari 1.000 resep kuliner Nusantara.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa