Tidak Ada Alokasi Tambahan Gas Elpiji di Bantul

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jum'at, 13 Desember 2013 14:52 WIB
Tidak Ada Alokasi Tambahan Gas Elpiji di Bantul

JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Pemilik pangkalan gas elpiji 3 Kg di Jl Kyai Mojo, Semanggi, Pasarkliwon ,Solo menata tabung kosong, Selasa (12/11). Gas Elpiji 3 Kg yang dijual dengan harga Rp14.000 saat ini banyak dibeli pengecer dengan sepeda motor bronjong yang dijual ke daerah Sukoharjo dan Karanganyar dengan harga Rp16.000

Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sulistyanto mengatakan, tidak ada penambahan gas 3 kilogram (kg) kendati banyak yang beralih menggunakan gas bersubsidi tersebut.

Di sisi lain juga tak ada penurunan pasokan gas sehingga memicu kelangkaan.

Ia juga menduga konsumen gas 12 kg kini http://www.harianjogja.com/baca/2013/12/13/gas-3-kg-di-bantul-mulai-langka-474062" target="_blank">beralih menggunakan gas 3 kg. Selain itu, jelang Natal dan tahun baru ditengarai ikut memicu melonjaknya permintaan gas elpiji 3 kg dari masyarakat.

"Selama ini tidak ada pengurangan stok, tapi Natal dan tahun baru juga bisa meningkatkan permintaan," katanya, baru-baru ini.

Terkait berapa jumlah gas 12 kg yang beredar tiap hari di Bantul, Sulistyanto mengaku tak tahu. Pemerintah tak melakukan pendataan. Lantaran gas tersebut bukan elpiji bersubsidi yang penyalurannya diatur pemerintah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online