Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 160 Orang, Ini Kronologinya
Banjir bandang Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang. Simak kronologi dan dugaan pemicunya.
Harianjogja.com, SLEMAN–Beredarnya pesan singkat mengatasnamakan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat Kabid Humas resah. Karena pihaknya tidak pernah merasa menyebarkan pesan singkat soal larangan menghirup suatu produk teh.
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anni Pudjiastuti menegaskan pihaknya tidak pernah menyebarkan pesan singkat berisi larangan menghirup salah satu produk daun teh dari China karena mengandung obat bius. Sudah tak terhitung jumlahnya pesan itu beredar melalui pesan singkat dan Blackberry Messenger dengan mengatasnamakan Polda DIY dan Polresta Jogja serta Polri.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pesan itu. Adapun isi pesan singkat itu adalah : "mohon infokan ke warga bila di jLn/di rmh ada org/sales yg menawarkan produk daun teh (TIEK KWAN IM) atau produk lain sejenis daun teh dr cina. Bila diminta untk menghirup wangi nya, jngn coba2 menghirup nya. Krna di dLam nya terdapat obat BIUS. Begitu dihirup bisa langsung tdak sadarkan diri.Tolong sebarkan sms ini ke sodara2, teman, maupun warga di sekitar kita untk WASPADA !!!Sumber : HUMAS POLDA".
"Banyak sekali yang menghubungi soal kebenaran itu, padahal kami tidak pernah mengirimkan itu. Nanti dikhawatirkan menyesatkan," tegasnya, Senin (16/12/2013).
Terpisah Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta Dyah Sulistyorini menyatakan, berdasarkan pengecekan produk yang disebutkan dalam pesan singkat itu tidak terdaftar di BPOM. Karena itu masih sangat diragukan kebenarannya. "Padahal setiap produk makanan atau minuman harus terdaftar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Banjir bandang Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang. Simak kronologi dan dugaan pemicunya.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela terkait pengembangan 65 miliar barel cadangan minyak dan investasi lebih dari US$100 miliar.
Buku Mustika Rasa kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.
KPK memastikan kepulan asap di Gedung Merah Putih bukan kebakaran. Asap berasal dari sistem fire fighting yang aktif setelah mendeteksi fogging.
PT Gama Multi Usaha Mandiri resmi meluncurkan Boulevard Coffee & Eatery di Wisma Kagama, Jumat (28/8/2026). Langkah ini menjadi terobosan baru dalam mengintegra
Pemkab Bantul menyiapkan Rp2,4 miliar untuk membangun sekitar 16 sumur bor di wilayah rawan kekeringan melalui APBD Perubahan 2026.