Rakit Terbalik, 11 Motor Tenggelam di Sungai Progo

Rabu, 18 Desember 2013 18:22 WIB
Rakit Terbalik, 11 Motor Tenggelam di Sungai Progo

PALANGKARAYA, 1/12- DIKEPUNG BANJIR. Warga Kelurahan Bereng Bengkel, Kecamatan Sabangau, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menyeberangi genangan banjir di sekitar tempat tinggal mereka, Sabtu (1/12). Akibat luapan air dari Sungai Kahayan menyebabkan satu-satunya jalan darat dari pusat kota menuju kelurahan ini terputus selama 20 hari terakhir. Akibatnya, untuk bepergian warga terpaksa menggunakan jasa ojek kelotok (perahu bermesin) dengan tarif rata-rata Rp5 ribu per orang dengan sepeda motor mereka.

Harianjogja.com, KULONPROGO - Sebuah rakit yang mengangkut 20 penumpang terbalik saat menyebrangi Sungai Progo tepatnya di Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Rabu (18/12/2013) pukul 17.45 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun 11 motor yang juga diangkut dengan rakit tersebut tenggelam di sungai sehingga kemungkinan besar mengalami kerusakan mesin.

Para penumpang hanya mengalami luka dan trauma akibat tercebur ke sungai.

Malikus, 45, salah satu penumpang rakit tersebut mengaku sampai gemetar meski dirinya tidak sampai terbawa derasnya arus sungai.

Ia menceritakan, rakit saat itu meluncur dari arah timur atau dari Pajangan, Bantul untuk menuju Ngentakrejo yang berada di sisi seberang sungai. Saat itu, jumlah penumpang melebihi kapasitas maksimal sehingga rakit terbalik ketika baru sampai tiga perempat perjalanan.

"Sebenarnya tinggal sekitar tujuh meter untuk sampai ke tepian. Tapi karena arus cukup deras dan beban di atas rakit terlalu berat ya tetap saja terbalik," ujar Malikus, beberapa saat usai kejadian.

Rakit itu sebenarnya juga sudah dilengkapi dengan tali pengaman yang terbentang dari kedua sisi seberang sungai. Tapi tetap saja terbalik karena beban berat membuat terjadi ketidakseimbangan ketika rakit terhempas derasnya arus.

"Untung ada tali itu sehingga penumpang yang tidak bisa berenang berpegangan pada tali itu sebelum warga datang memberi pertolongan," tandasnya.

Tidak hanya kerugian karena kerusakan sepeda motor yang tercebur ke sungai. Telepon genggang semua penumpang akhirnya mati karena terendam saat berada di saku celana.

Malikus menambahkan, mayoritas penumpang adalah orang dewasa. Hanya ada seorang anak berusia delapan tahun. Anak tersebut juga selamat karena warga cepat melakukan pertolongan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online