250 Banser Jaga Gereja di Bantul

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 19 Desember 2013 16:48 WIB
250 Banser Jaga Gereja di Bantul

Ilustrasi Banser NU (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak 250 personil Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Nahdatul Ulama (NU) Bantul bakal dikerahkan menjaga sejumlah gereja pada pelaksanaan ibadah misa Natal pekan depan.

Bantul ditengarai rawan muncul aksi kekerasan atas nama agama.

Ketua Banser NU Bantul Muhamad Khozin mengatakan, 250 personil itu akan berjaga, diantaranya di Gereja Ganjuran, Klodran dan Sedayu. Masing-masing gerja akan dijaga rata-rata 50 personil kecuali gereja di Sedayu akan dijaga 15 personil.

"Personil akan mulai berjaga pada tanggal dua puluh empat Desember malam saat ibadah," kata Khozin, Kamis (19/12/2013).

Keterlibatan ormas Islam terbesar di Indonesia dalam perayaan Natal umat Nasrani tersebut menurutnya karena didorong rasa solidaritas antar umat beragama, serta mendorong keberagaman dan keamanan di Jogja.

Selain itu, ia menengarai, Bantul termasuk daerah rawan terjadi kerusuhan atas nama agama. Apalagi belakangan aksi kekerasan oleh organisasi agama garis keras marak terjadi.

Kasus terakhir misalnya, bermunculannya kampanye hitam terhadap penganut Syiah. Di Bantul sendiri kata Khozin, terdapat kantong-kantong organisasi garis keras.

NU mengendus sedikitnya ada empat organisasi garis keras yang tersebar di Kecamatan Piyungan, Banguntapan, Sewon dan Kasihan. "Bantul ini cukup rawan terjadi kerusuhan karena banyak terdapat ormas garis keras," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online