Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Harianjogja.com, JOGJA-Meski sudah menerima gaji sebagai Raja Ngayogyakarta Hadiningrat dari dana keistimewaan, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku belum membelanjakan honor tersebut. Pasalnya, Sultan masih menunggu surat balasan dari Komisi Pemberantasa Korupsi perihal boleh tidaknya menggunakan dana sebesar Rp7,6 juta tersebut.
Sultan sebelumnya telah mengirimkan surat kepada KPK untuk meminta pertimbangan boleh tidaknya menerima honor tersebut. Hal itu mengingat, sesuai aturan kepegawaian, pejabat negara tidak boleh mendapatkan gaji dobel yang bersumber dari anggaran negara. Sehingga, ketika diterima, ia takut jadi temuan KPK, karena ia telah mendapatkan gaji sebagai gubernur.
“Tak simpan, kalau enggak boleh ya tak balekke,” ujar Gubernur DIY itu seusai meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) di Bangsal Kepatihan, Kompleks Pemda DIY, Kamis (2/1/2014).
Honor itu sudah diterima Sultan pada Minggu (29/12/2013). Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro, Penghageng Parentah Ageng II Kraton yang tak lain adalah menantunya yang menyerahkan honor itu kepada Sultan di kediamannya, di Kraton Kilen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.