Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Harian Jogja/Jumali Warga mendatangi pusat pelayanan pembuatan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di RS Jogja, Kamis (2/1).
Harianjogja.com, JOGJA - Wakil Direktur Bidang Pelayanan RS Jogja, Agus Sudrajat meminta maaf kepada para pasien. Hal itu dilakukan karena singkatnya persiapan untuk pelaksaan BPJS.
“Kami sudah berusaha. Kami minta maaf jika memang kurang bisa memenuhi keinginan warga. Kami sudah berusaha melengkapi semua termasuk form pelengkap,” ujar dia, Kamis (2/1).
Agus mengungkapkan, keberadaan BPJS sebenarnya lebih memudahkan para pasien. Proses panjang yang selama ini dilalui bisa diperpendek dengan adanya lembaga tersebut.
“Memang khusus untuk Askes ada perbedaan sedikit, tetapi intinya pelayanan bisa lebih dipercepat,” terang dia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, Fita Yuliati mengatakan ada 172.008 peserta BPJS di Kota Jogja.
Agar tidak terjadi permasalahan saat warga mengakses pelayanan kesehatan, pihaknya berharap agar Dinkes dan Pemda DIY mempertegas mengenai keberadaan 22 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.
“Harapannya agar warga tidak bingung. Tenaga kami sendiri di tingkat puskesmas akan kami tata agar mampu memenuhi kebutuhan para pasien BPJS,” terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Sebanyak 80 siswa SD di sekitar Bandara YIA diajak mengenal dunia penerbangan dan aktivitas kebandarudaraan melalui program TJSL.