GAS LANGKA : Gantian Gas 3 Kg Langka di Kulonprogo

Sabtu, 04 Januari 2014 07:10 WIB
GAS LANGKA : Gantian Gas 3 Kg Langka di Kulonprogo

Pekerja membongkar muat tabung gas elpiji 12 kg di salah satu pangkalan di Banda Aceh, Rabu (1/1/2013). PT Pertamina memutuskan untuk menaikkan harga gas elpiji tabung kemasan 12 kg dari Rp92.000 menjadi Rp145.000 per tabung akibat tingginya harga pokok Liquified Petroleum Gas (LPG) di pasar dan turunnya nilai tukar rupiah. (JIBI/Solopos/Antara/Irwansyah Putra)

Harianjogja.com, KULONPROGO - Giliran gas LPG tabung tiga kilogram di Kulonprogo yang sulit didapatkan. Kelangkaan ini disebabkan banyaknya konsumen tabung gas LPG 12 kilogram yang beralih ke tabung gas bersubsidi.

Dari pantauan, salah satu pangkalan tabung gas LPG tiga kilogram yang berlokasi di Kriyanan, Wates, menumpuk sekitar 600 tabung gas tiga kilogram yang kosong karena belum dipasok.

Menurut Daldiri, pemilik pangkalan, kesulitan mendapatkan tabung gas LPG tiga kilogram sudah dirasakan sejak beberapa hari sebelum tahun baru. Terlebih, stok terakhir datang pada Senin (23/12/2013). “Ini baru pertama kalinya, kami kesulitan mendapatkan tabung gas tiga kilogram, di pasaran tidak ada, semua tempat habis,” ujarnya, Jumat (3/1/2014).

Dikatakannya, Jumat, kemarin, telah datang 200 tabung gas LPG tiga kilogram dan dalam waktu kurang dari satu jam sudah ludes dibeli konsumen. Sebagian besar dari konsumen sudah mengantre sejak beberapa hari lalu, bahkan terdapat pula konsumen yang sudah menitipkan tabung gas di pangkalannya.

Soal harga jual dari pangkalan, sebutnya, tidak ada kenaikan untuk tabung gas LPG tiga kilogram, yakni sebesar Rp14.500, akan tetapi ketika sampai di pengecer, harga melonjak menjadi Rp17.000 sampai Rp18.000.
Dalam kondisi normal, rata-rata 150 tabung gas LPG tiga kilogram habis terjual dan stok yang ada cukup memenuhi kebutuhan.

“Tapi, sekarang kan berbeda, permintaan tabung gas LPG tiga kilogram meningkat karena harga tabung gas LPG 12 kilogram sangat mahal, sementara pasokan tabung gas tiga kiloram tidak ditambah,” urai Daldiri.  Semula, harga tabung gas LPG 12 kilogram sebesar Rp90.000 kemudian naik menjadi Rp140.000.

Jatmiko, Warga Kedungpring, Desa Giripeni, Kecamatan Wates, 39, mengaku kesulitan mendapatkan barang tersebut. “Sudah dicari kemana-mana, tetapi semua tempat habis,” tukasnya.

Ia merasa tidak masalah semisal harga tabung gas LPG tiga kilogram naik secara wajar, selama tidak hilang dari pasaran karena menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sugeng Pranyoto
Sugeng Pranyoto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online