Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Ilustrasi buah durian (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Para pecinta durian Kulonprogo perlu bersabar untuk bisa mencicipi buah dengan rasa menggiurkaan itu. Pasalnya jadwal panen durian di Bumi Menoreh justru mundur dari prediksi petani. Penggiat durian baru bisa menikmati durian Menoreh pada Maret mendatang.
Sugito, 57, petani durian dari Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang mengungkapkan, sesuai jadwalnya seharusnya pada Februari nanti durian sudah bisa panen. Namun karena belakangan intensitas hujan di Kulonprogo cukup tinggi, maka durian yang sudah berumur pun membusuk.
"Masih ada yang terselamatkan, tapi panennya masih Maret nanti," ujar Sugito kepada wartawan, Selasa (7/1/2014).
Dia menambahkan, tingginya intensitas hujan tidak hanya membuat durian telat panen. Lebih dari itu, kualitas durian pun mengalami penurunan.
"Mungkin rasanya sedikit hambar karena sering diguyur hujan yang menyebabkan penumpukan kadar air," tandasnya.
Panen terlambat tidak hanya terjadi pada durian Banjaroya saja. Panen durian di wilayah Kokap pun juga terlambat karena hujan yang sering turun belakangan ini rata mengguyur wilayah Menoreh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Sebanyak 45 warga binaan berisiko tinggi dari Jawa Timur dipindahkan ke Nusakambangan, termasuk tiga warga binaan kasus narkoba dari Lapas Madiun.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pemkab Bantul menjadwalkan pelantikan lurah terpilih hasil Pilur serentak pada 5 November 2026. DPMKal belum menerima sanggahan hasil pemilihan.
Menkeu Suahasil Nazara menjelaskan defisit APBN Rp319 triliun per September 2026 sesuai desain anggaran dan masih dalam koridor proyeksi pemerintah.
Raperda RPPLH Sleman 2026–2056 memuat tujuh isu lingkungan, mulai dari penurunan kuantitas air hingga peningkatan emisi gas rumah kaca.