KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Ilustrasi buah durian (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Para pecinta durian Kulonprogo perlu bersabar untuk bisa mencicipi buah dengan rasa menggiurkaan itu. Pasalnya jadwal panen durian di Bumi Menoreh justru mundur dari prediksi petani. Penggiat durian baru bisa menikmati durian Menoreh pada Maret mendatang.
Sugito, 57, petani durian dari Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang mengungkapkan, sesuai jadwalnya seharusnya pada Februari nanti durian sudah bisa panen. Namun karena belakangan intensitas hujan di Kulonprogo cukup tinggi, maka durian yang sudah berumur pun membusuk.
"Masih ada yang terselamatkan, tapi panennya masih Maret nanti," ujar Sugito kepada wartawan, Selasa (7/1/2014).
Dia menambahkan, tingginya intensitas hujan tidak hanya membuat durian telat panen. Lebih dari itu, kualitas durian pun mengalami penurunan.
"Mungkin rasanya sedikit hambar karena sering diguyur hujan yang menyebabkan penumpukan kadar air," tandasnya.
Panen terlambat tidak hanya terjadi pada durian Banjaroya saja. Panen durian di wilayah Kokap pun juga terlambat karena hujan yang sering turun belakangan ini rata mengguyur wilayah Menoreh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.
Prabowo Subianto dijadwalkan menjadi saksi akad nikah Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Sleman lolos seleksi nasional tahap II UCCN 2027 bidang Film dan memperkuat ekosistem perfilman untuk mendorong ekonomi kreatif daerah.