Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Harianjogja.com, JOGJA—Eskalator penghubung Pasar Bringharjo Barat lantai dua dengan kawasan parkir Bringharjo sering dimatikan. Eskalator penghubung ini hanya dihidupkan pada hari-hari tertentu, khususnya pada liburan.
Salah satu pedagang baju di lantai dua, Wantini mengatakan eskalator memang sudah jarang dinyalakan. Dia tidak mengetahui alas an pengelola dengan tidak mengaktifkan dua eskalator penghubung Pasar Bringharjo lantai dua dengan kawasan parkir ini.
“Kami tidak mengetahui. Namun yang jelas sudah lama eskalator tidak lagi difungsinya. Hanya kadang-kadang saja. Padahal itu bisa menjadi jalan utama bagi orang-orang yang akan berbelanja ke lantai dua langsung,” jelas Wantini, Selasa (7/1/2014).
Wantini mengaku kini akses mudah seperti eskalator sudah tidak berjalan lagi. Sebab eskalator yang ada di dalam pasar juga sedang rusak.
“Rusak semua eskalatornya. Jadi kalau akan berbelanja ke lantai dua sudah tidak bisa menggunakan eskalator lagi, semua menggunakan tangga saja,” jelas Wantini.
Wantini berharap tangga berjalan atau eskalator ini bisa kembali pulih seperti sedia kala. Sebab tanpa eskalator, membuat calon pembeli berfikir dua kali untuk berbelanja ke lantai dua.
“Kalau eskalatornya memang tidak fungsi calon pembeli jadi ragu-ragu mau ke atas. Hanya beberapa orang yang memang berminat saja yang mau naik ke atas. Atau mungkin yang sudah langganan beli di lantai dua,” jelas Wantini.
Kepala UPT Pusat Bisnis Dinas Pengelolaan Pasar Jogja, Gunawan Nugroho mengatakan seringnya eskalator penghubung ini dimatikan karena usia eskalator yang sudah tua. Jika tidak sering dimatikan, eskalator akan cepat panas.
“Kami mengantisipasi liburan saja untuk pengaktifan escalator ini. Semoga hal ini bisa dipahami semua pihak,” jelas Gunawan yang mengatakan jika eskalator di dalam pasar sedang dalam perbaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Sebanyak 45 warga binaan berisiko tinggi dari Jawa Timur dipindahkan ke Nusakambangan, termasuk tiga warga binaan kasus narkoba dari Lapas Madiun.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pemkab Bantul menjadwalkan pelantikan lurah terpilih hasil Pilur serentak pada 5 November 2026. DPMKal belum menerima sanggahan hasil pemilihan.
Menkeu Suahasil Nazara menjelaskan defisit APBN Rp319 triliun per September 2026 sesuai desain anggaran dan masih dalam koridor proyeksi pemerintah.
Raperda RPPLH Sleman 2026–2056 memuat tujuh isu lingkungan, mulai dari penurunan kuantitas air hingga peningkatan emisi gas rumah kaca.