OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Harianjogja.com, JOGJA—Eskalator penghubung Pasar Bringharjo Barat lantai dua dengan kawasan parkir Bringharjo sering dimatikan. Eskalator penghubung ini hanya dihidupkan pada hari-hari tertentu, khususnya pada liburan.
Salah satu pedagang baju di lantai dua, Wantini mengatakan eskalator memang sudah jarang dinyalakan. Dia tidak mengetahui alas an pengelola dengan tidak mengaktifkan dua eskalator penghubung Pasar Bringharjo lantai dua dengan kawasan parkir ini.
“Kami tidak mengetahui. Namun yang jelas sudah lama eskalator tidak lagi difungsinya. Hanya kadang-kadang saja. Padahal itu bisa menjadi jalan utama bagi orang-orang yang akan berbelanja ke lantai dua langsung,” jelas Wantini, Selasa (7/1/2014).
Wantini mengaku kini akses mudah seperti eskalator sudah tidak berjalan lagi. Sebab eskalator yang ada di dalam pasar juga sedang rusak.
“Rusak semua eskalatornya. Jadi kalau akan berbelanja ke lantai dua sudah tidak bisa menggunakan eskalator lagi, semua menggunakan tangga saja,” jelas Wantini.
Wantini berharap tangga berjalan atau eskalator ini bisa kembali pulih seperti sedia kala. Sebab tanpa eskalator, membuat calon pembeli berfikir dua kali untuk berbelanja ke lantai dua.
“Kalau eskalatornya memang tidak fungsi calon pembeli jadi ragu-ragu mau ke atas. Hanya beberapa orang yang memang berminat saja yang mau naik ke atas. Atau mungkin yang sudah langganan beli di lantai dua,” jelas Wantini.
Kepala UPT Pusat Bisnis Dinas Pengelolaan Pasar Jogja, Gunawan Nugroho mengatakan seringnya eskalator penghubung ini dimatikan karena usia eskalator yang sudah tua. Jika tidak sering dimatikan, eskalator akan cepat panas.
“Kami mengantisipasi liburan saja untuk pengaktifan escalator ini. Semoga hal ini bisa dipahami semua pihak,” jelas Gunawan yang mengatakan jika eskalator di dalam pasar sedang dalam perbaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.