Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026, Lengkap Semua Layanan
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Harianjogja.com, SLEMAN—Teror bom molotov kembali terjadi di Kecamatan Gamping, Sleman. Setelah teror menimpa sejumlah lokasi kantor lembaga pemerintahan di Gamping, kini giliran teror menyasar tokoh masyarakat dan warga. Diduga pelaku yang sama kembali menebar teror di dua lokasi berbeda di Balecatur, Gamping, Sleman, Kamis (16/1/2014) dinihari.
Lokasi yang dilempar molotov yakni rumah milik Liestiyah WH, 63, warga Pasekan Lor Rt 001 Rw 003 Balecatur, Gamping, Sleman. Liestiyah termasuk tokoh masyarakat yang aktif di kegiatan sosial. Ia di antaranya Ketua IV PKK Desa Balecatur, pengurus Aisyiyah Bidang Kesehatan di ranting setempat dan menjadi Ketua Dasawisma Dusun Pasekan Lor, Desa Balecatur.
Lokasi teror kedua yakni di warung angkringan milik Sulastri, 50, warga Dusun Ngaran Rt 004 Rw 019, Balecatur, Gamping. Pelemparan molotov di dua lokasi itu nyaris bersamaan sekitar pukul 00.10 WIB, Kamis (16/1/2014). Jarak antar kedua lokasi itu sekitar satu kilometer.
Pantauan di lokasi kejadian, lemparan molotov mengenai pintu rumah sebelah timur kediaman Liestiyah. Tampak jelaga dan sejumlah kayu pintu terbakar. Di lokasi ini juga ditemukan pecahan botol serta sumbu kain sebagai bahan molotov.
Adapun di angkringan milik Sulastri kerusakan parah terjadi pada bagian atap gerobak angkringan. Pelaku diduga langsung melemparkan molotov mengenai terpal bagian depan lalu mengenai gerobak sisi tengah, tempat menyimpan gelas dan tembus di terpal bagian belakang. Seorang pelajar bernama Sendi, 17, warga Dusun setempat yang pertama kali melihat api membakar angkringan. Sendi kemudian berteriak meminta bantuan warga.
Liestiyah menceritakan ia mengetahui rumahnya dilempar molotov setelah diberitahu Agung Cahyono, tetangga terdekat korban. . Beberapa menit sebelum Agung memberitahu, ia mendengar suara gemeretak seperti bunyi kembang api. Ia kaget dengan peristiwa itu karena merasa tidak punya masalah. Meski tidak mengetahui api secara langsung, ia memprediksi jika tidak segera dipadamkan bisa membakar seluruh rumahnya. “Saya merasa tidak punya musuh, makanya saya heran, rumah saya sampai begini. Salah sasaran atau bagaimana saya tidak tahu," ujarnya, Kamis.
Sedangkan Ngabaldi, 54, suami pemilik angkringan Sulastri menyatakan hal yang sama. Keluarganya merasa tidak memiliki masalah. Di tempat tersebut ia mengontrak tanah untuk berjualan angkringan. Kamis (16/1) ia langsung memperbaiki kerusakan angkringannya agar bisa langsung berjualan.
Sebulan terakhir di Gamping memang diwarnai beberapa kali teror Molotov. Pada Senin (16/12/2013) rumah dinas Camat Gamping, Budiharjo juga dilempar molotov. Dua hari setelahnya, Rabu (18/12/2013 salah satu toko jejaring di jalan Wates Km 4,5 Ambarketawang juga jadi korban lemparan molotov. Setelah itu giliran Balaidesa Banyuraden dihantam molotov pada Minggu (5/1). Aparat kepolisian tidak mampu mengungkap dalang pelemparan itu hingga diduga pelaku yang sama kembali beraksi Kamis (16/1/2014) dinihari kemarin.
Kapolsek Gamping, Kompol Bambang Widianto menyatakan masih melakukan penyelidikan kasus ini. "Keterkaitannya masih di selidiki," ungkapnya saat ditemui di angkringan milik Sulastri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.