NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Foto ilustrasi minuman beralkohol hasil fermentasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, JOGJA-Massa yang tergabung Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) chapter Jogja meminta Pemerintah Daerah DIY tegas terhadap pelarangan minuman keras oplosan. Desakan itu disampaikan langsung kepada Wakil Gubernur DIY, Paku Alam IX.
"Kami mendesak ada Perda khusus oplosan, karena dalam Perda Miras yang ada tidak diatur," ujar Ketua GeNAM Jogja Wikan Widyastari pada wartawan seusai audiensi di Kepatihan, Komplek Pemerintah Daerah DIY, Senin (20/1/2014).
Wikan mengatakan, efek samping terhadap kesehatan ketika minum oplosan tak langsung dirasakan. Dampaknya, baru terasa setelah terus-terusan mengkonsumsinya.
Di Jogja miras oplosan dikenal dengan ciu. Peredarannnya justru berasal dari luar DIY, di antaranya Wonogiri dan Klaten.
"Ciu berbahaya karena kerap dicampur dengan minuman sprite, minuman suplemen, autan, bahkan telek lencung," katanya.
Penikmat oplosan, menurut dia, berada di daerah pinggir kota. Mereka yang mengkonsumsinya adalah usia produktif sekitar 17-30 tahun. Korbannya banyak, tapi ia belum dapat melansir angka pastinya. Genam masih mengumpulkan data dari Polda DIY.
Isnan Hidayat, Riset and Development Genam menambahkan, faktor penyebab kematian itu juga dikarenakan peminum miras oplosan justru saling berlomba-lomba atau adu kekuatan untuk meminum sebanyak-banyaknya. "Yang paling banyak mengonsumsi merasa bangga,"ujar dia.
Untuk memberikan kampanye pencegahan minum miras dan oplosan, Genam akan mensosialisasikan bahaya mengkonsumsi minuman beralkohol itu pada Deklarasi Anti Miras di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret (Titik Nol) pada 3 Maret dengan mengundang seluruh komunitas, mulai dari Osis dinas terkait, sampai ibu-ibu yang bergerak di RT/RW.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Pansus DPRD DIY menilai pencegahan bunuh diri perlu menyasar warga yang menghadapi penyakit berkepanjangan dan tekanan ekonomi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak masyarakat meramaikan pasar tradisional melalui Gempar di Pasar Godean.
Softex bersama Indomaret menghadirkan program Posyandu Remaja Softex dan Indomaret, sebuah inisiatif CSR yang akan menjangkau lebih dari 2.000 remaja putri
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.