OPINI: Kita Semua Punya Sesuatu Yang Sulit Dilepaskan
Refleksi lembaga rehabilitasi narkoba tentang perilaku dopamine seeking, alasan sesuatu sulit dilepaskan, serta pentingnya mengenali diri dan mencari bantuan pr
Harianjogja.com, BANTUL–Bupati Bantul Sri Surya Widati mengimbau seluruh jajaran satuan kerja perangkat Daerah (SKPD) hingga tingkat desa turut aktif mempromosikan makanan khas Bantul, geplak.
Makanan khas Bantul itu harus terus dipromosikan dalam berbagai kegiatan termasuk sajian menu camilan tamu, rapat, atau oleh-oleh pejabat dan PNS Bantul manakala tugas ke daerah lain.
Imbauan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Nomor 535/6671 dan ditandatangani bupati tertanggal 27 Desember 2013 dan mulai berlaku 1 Januari 2014.
Surat Edaran telah disampaikan ke seluruh kepala SKPD, Camat dan Kades untuk dipatuhi sebagai satu kebijakan strategis bupati dalam upaya memajukan pangan lokal.
“Sebenarnya imbauan ini sudah berlaku mulai 2012 silam. Bahkan tidak sekadar imbauan malah saat ini Instruksi Bupati Nomor 4/2012. Dan tahun ini saya bermaksud menjadikan perhatian serius agar makanan khas tradisional Bantul lebih diwujudkan untuk acara resmi kedinasan dan rapat-rapat,” kata Sri Surya Widati, Selasa (21/1/2014).
Seperti isi Surat Edaran Bupati tertanggal 27 Desember 2013 bupati mewajibkan kepada seluruh kepala SKPD, camat dan lurah hingga pimpinan perusahaan daerah menjadikan makanan geplak ini salah satu sajian menu utama untuk camilan tamu dinas yang berkunjung ke Bantul. “Dan ini hukumnya wajib,” tandas Bupati.
Dalam surat edaran tersebut, untuk 2014 ini, bupati juga menegaskan ulang makanan khas Bantul itu menjadi buah tangan atau oleh-oleh bagi setiap pejabat atau PNS yang hendak menjalankan tugas keluar daerah. Demikian pula, setiap tamu kedinasan dari daerah lain wajib dibekali oleh-oleh geplak.
Diakui Bupati Sri Surya Widati selama ini promosi geplak oleh pemkab dan dan pengusaha memang dirasa tidak optimal. Istri politisi PDIP Idham Samawi melihat akhir-akhir malah melihat semangat mempertahankan makanan khas geplak terlihat surut.
“Bagi saya tidak ada alasan untuk bosen makan geplak Bantul. Apalagi geplak ini bisa diolah dengan ragam dan bentuk yang lebih kaya,” tambah bupati yang siap memberi teguran camat, kades atau kepala dinas yang terbukti tidak loyal dengan instruksi diberikan.
Lebih lanjut bupati menegaskan, imbauan untuk jajaran pejabat dan PNS ikut mempromosikan geplak tidak lain upaya keras dalam mempertahankan salah satu kekayaan kuliner khas tradisional kabupaten Projotamansari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Refleksi lembaga rehabilitasi narkoba tentang perilaku dopamine seeking, alasan sesuatu sulit dilepaskan, serta pentingnya mengenali diri dan mencari bantuan pr
SDN Purwosari memanfaatkan sekitar 600 galon bekas untuk kebun sekolah. Siswa belajar bertani, mengolah limbah, dan mengenal ketahanan pangan.
Sahran Hadziq meraih gelar doktor hukum di FH UII lewat disertasi tentang sistem pemidanaan nasional berbasis kearifan lokal masyarakat adat Bali.
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026 mengatur komisi pengemudi, perlindungan sosial, transparansi biaya, dan layanan pengaduan konsumen.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.