Fenomena Cahaya Surga Gua Jomblang Gunungkidul Memikat Turis Mancanegara
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
Ubur-Ubur - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengunjung wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan ubur-ubur yang mulai terlihat di sejumlah titik perairan. Kondisi ini menjadi perhatian serius petugas menjelang puncak libur sekolah yang diperkirakan memicu lonjakan wisatawan di kawasan pesisir.
Fenomena ubur-ubur di wilayah Pantai Selatan Gunungkidul tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko insiden sengatan, terutama pada wisatawan anak-anak yang kerap tertarik dengan bentuk hewan laut tersebut. Petugas pun meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Marjono, mengatakan ubur-ubur yang oleh warga lokal disebut inpes sudah mulai muncul di kawasan pantai Bumi Handayani. Bahkan, sebelumnya sudah tercatat adanya korban akibat sengatan hewan tersebut.
“Untuk hari ini [Sabtu siang] belum ada. Tapi, kami meminta pengunjung untuk tetap waspada dan berhati-hati,” kata Marjono kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Ia menyebutkan, pada Minggu (14/6/2026) lalu terdapat lima pengunjung yang menjadi korban sengatan ubur-ubur di Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya telah menyiapkan obat-obatan serta perlengkapan pertolongan pertama di sejumlah pos penjagaan.
Menurut Marjono, ubur-ubur memang kerap terlihat menarik karena bentuk dan warnanya, namun tetap berbahaya apabila tersentuh langsung karena dapat menyebabkan sengatan pada kulit manusia.
Memasuki masa liburan sekolah setelah pembagian rapor, diperkirakan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke pantai-pantai di Gunungkidul.
“Paling banyak yang menjadi korban merupakan anak-anak,” ujarnya.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto, menambahkan bahwa sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan efek seperti rasa panas di area kulit, nyeri, gatal, hingga sesak napas, bahkan dapat menyebabkan pingsan pada kondisi tertentu.
“Jika tersentuh jangan panik, kemudian bilas di area tersengat dengan air biasa atau air laut. Tujuannya agar tentakel dari ubur-ubur bisa terlepas dari area kulit,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kelompok anak-anak menjadi yang paling rentan karena rasa penasaran terhadap bentuk ubur-ubur yang dianggap menarik.
Pihaknya juga telah menyiagakan personel di sejumlah titik pantai untuk memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kasus sengatan, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.
Selain ancaman ubur-ubur, petugas juga mengingatkan wisatawan agar tidak beraktivitas di area pantai yang dinilai berbahaya guna mencegah risiko kecelakaan laut selama masa liburan.
“Kami siagakan seluruh personel yang kami miliki untuk pengawasan. Kalau ada pengunjung di area berbahaya, maka langsung kami peringatkan,” kata Suris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gua Jomblang Gunungkidul menarik wisatawan mancanegara. Sekitar 95% pengunjung datang dari luar negeri untuk melihat cahaya surga.
Potensi EBT Indonesia mencapai 3.688 GW, tetapi pemanfaatannya masih di bawah 0,5%. DEN mengungkap kendala investasi dan teknologi.
Baliho Matahari di pintu masuk Jogja City Mall terbakar Sabtu dini hari. Kebakaran diduga dipicu percikan api alat las.
Asita DIY menyambut diskon transportasi Nataru 2026/2027 dan berharap stimulus meningkatkan kunjungan serta belanja wisatawan di Jogja.
DPP Kota Jogja menyiapkan hasil produksi 299 kelompok tani untuk memasok kebutuhan Koperasi Kelurahan Merah Putih.
TNI AL menemukan kotak hitam dan ekor helikopter Mi-17V5 yang jatuh di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah.