Long Weekend Kenaikan Yesus, PAD Wisata Gunungkidul Tembus Rp1,7 M

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 18 Mei 2026 20:07 WIB
Long Weekend Kenaikan Yesus, PAD Wisata Gunungkidul Tembus Rp1,7 M

Aktivitas pariwisata di Kawasan Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus beberapa waktu lalu. Harian Jogja/David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Momentum libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata di Kabupaten Gunungkidul. Selama empat hari libur, total wisatawan yang datang mencapai 145.064 orang dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata sebesar Rp1,75 miliar.

Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan lonjakan kunjungan terjadi sejak Kamis (14/5/2026) seiring momentum long weekend.

“Pengunjungnya ramai dan sesuai dengan prediksi kami karena ada momen libur panjang,” kata Eko, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data dinas, puncak kunjungan terjadi pada Kamis dengan total 41.959 wisatawan dalam sehari. Sementara pada Jumat tercatat 34.074 pengunjung, Sabtu 36.886 orang, dan Minggu mencapai 32.135 wisatawan.

Lonjakan wisatawan tersebut berdampak langsung terhadap pemasukan daerah. Total PAD dari retribusi wisata selama periode liburan mencapai Rp1.755.495.100.

Pendapatan tertinggi tercatat pada hari pertama libur panjang dengan capaian sekitar Rp516,9 juta.

Wisata Pantai Masih Jadi Favorit

Eko mengakui kawasan pantai tetap menjadi magnet utama wisata Gunungkidul. Sejumlah pantai di wilayah selatan masih mendominasi jumlah kunjungan dibanding destinasi lain.

“Wisata pantai masih mendominasi karena kunjungan paling banyak ke sana,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah destinasi nonpantai juga mengalami peningkatan kunjungan selama libur panjang berlangsung.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan layanan wisata, termasuk dalam sistem pembayaran di kawasan retribusi.

TPR Baron Mulai Terapkan 100 Persen Cashless

Salah satu langkah yang mulai diterapkan adalah kebijakan pembayaran non tunai penuh atau 100 persen cashless di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron sejak 12 Mei 2026.

Menurut Hary, sebelum penerapan penuh dilakukan, pihaknya sudah menggelar uji coba dan hasilnya mayoritas wisatawan telah siap menggunakan transaksi digital.

“Memang masih ada 20% calon pengunjung belum siap. Rata-rata kelompok ini berusia di atas 50 tahun,” kata Hary.

Untuk mengakomodasi wisatawan yang belum memiliki alat pembayaran non tunai, Dispar Gunungkidul bekerja sama dengan perbankan menyediakan kartu e-money yang dapat dibeli langsung di lokasi lengkap dengan layanan isi ulang saldo.

Ia menilai kebijakan cashless tersebut tidak hanya mempermudah transaksi wisatawan, tetapi juga menjadi upaya menekan potensi kebocoran pendapatan daerah.

“Kebijakan ini dibuat untuk menekan kebocoran serta memudahkan pengunjung bertransaksi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap tren kunjungan wisata terus meningkat sepanjang musim liburan 2026 sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha wisata dan UMKM di kawasan destinasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online