Beras dan Cabai Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Gunungkidul
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
Sejumlah wisatawan terlihat sedang bermain kano di Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari. Pantai ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi pengunjung yang datang ke Gunungkidul. Foto diambil 19 Desember 2025. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi tiket masuk wisata Gunungkidul melonjak signifikan di awal 2026, mencapai Rp5,4 miliar dengan kunjungan 435.151 orang hingga 23 Januari.
Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat PAD dari sektor retribusi tiket masuk wisata mencapai Rp5,4 miliar. Target total pendapatan tahun ini dipatok sebesar Rp36,4 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan, pendapatan dari sektor retribusi wisata mengalami peningkatan signifikan dibanding periode sama tahun sebelumnya. Ia mencontohkan, pada Januari 2024 jumlah pengunjung hanya 248.005 orang dengan pendapatan Rp1.925.576.295.
Berbeda dengan capaian awal tahun ini, hingga Jumat (23/1/2026) pengunjung yang datang mencapai 435.151 orang dengan PAD sebesar Rp5.499.675.250.
“Pendapatan awal tahun ini meningkat sekitar Rp3,5 miliar dibanding tahun lalu, atau naik 185,6%,” kata Eko, Ahad (25/1/2026).
Eko menjelaskan, kunjungan wisata masih didominasi kawasan pantai. Kehadiran destinasi baru turut mendorong jumlah pengunjung.
“Di Pantai Drini [Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari] kini hadir destinasi On The Rock, yang ikut mendongkrak kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Menurut Eko, jumlah pengunjung dan PAD diprediksi terus bertambah. Pihaknya menargetkan PAD sebesar Rp36,4 miliar untuk seluruh 2026.
Berbagai strategi akan diterapkan agar target bisa tercapai. Pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran, karena dari target Rp33,5 miliar, PAD yang terealisasi hanya Rp30,4 miliar.
“Kami bertekad agar target pendapatan tahun ini tidak kembali meleset,” tegas mantan Kepala UPT Taman Budaya Gunungkidul tersebut.
Lonjakan kunjungan wisata juga dikonfirmasi Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Nanang Putranto. Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung tidak hanya terjadi di awal bulan.
Saat momen libur Isra Miraj pada Jumat (16/1/2026), yang bertepatan dengan akhir pekan panjang, tercatat kunjungan sebanyak 101.854 orang selama tiga hari. "PAD yang diraih dari libur ini mencapai Rp1.288.674.100, dengan pantai tetap menjadi destinasi favorit pengunjung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
DPRD DIY menyoroti titik rawan kecelakaan di JJLS dan mengusulkan pemasangan pagar pengaman serta PJU secara bertahap.
Pakar UMY menyoroti risiko fiskal pengelolaan utang Whoosh, termasuk tenor 80 tahun dan potensi tekanan terhadap ruang anggaran publik.
Cara cek pre-order iPhone 18 Pro di iBox, Digimap, dan Erafone, termasuk voucher, pilihan warna, kapasitas, serta perkiraan harga global.
WNA China berinisial HW ditolak masuk Soetta meski visa masih berlaku setelah ada atensi terkait dugaan pencurian barang penumpang di pesawat Starlux.
Budidaya nangka di Gunungkidul bakal terus diperkuat untuk memenuhi pembuatan gudeg yang jadi makanan khas di DIY karena masih banyak datangkan dari luar daerah