Ada Calon Siswa Jalur Afirmasi Ternyata Anak PNS Gunungkidul
Temuan SPMB Gunungkidul, seorang calon siswa jalur afirmasi tercatat DTSEN desil 2 meski orang tuanya berstatus PNS. Data dilaporkan untuk diperbarui.
Aktivitas pariwisata di Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari. Foto diambil 19 Desember 2025. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul mengimbau pengunjung lebih teliti saat menerima bukti tiket masuk destinasi. Langkah ini sebagai bentuk partisipasi untuk mencegah terjadinya kebocoran retribusi di sektor kepariwisataan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, kebocoran retribusi pariwisata menjadi salah satu sorotan di awal 2026. Pasalnya, praktik ini ikut memberikan andil tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) wisata di tahun lalu.
Ia mengakui ada modus baru dalam skema penarikan retribusi sehingga menyebabkan terjadinya kebocoran pendapatan. Adapun carannya, pengujung hanya diberikan lembaran cetakan bukti pembayaran tiket yang diprint dengan ada tulisan Customer Copy.
Eko menjelaskan, hasil cetakan itu tidak sah karena hanya sebagai bukti dukung adanya transaksi. Namun, kata dia, saat diberikan bukti ini hasil transaksi tidak masuk ke sistem.
Meski demikian, ada oknum yang memanfaatkan cetakan ini diberikan ke pengunjung yang telah membayar tiket masuk wisata. “Makanya kami minta pengunjung untuk lebih jeli dan teliti. Kalau menerima cetakan tiket hasil pembayaran ada tulisanny Costumer Copy jangan diterima sebab tidak sah, karena tidak tercatat dalam transaksi di sistem,” katanya, Ahad (4/1/2026).
Menurut dia, saat pengunjung mau menerima bukti yang tidak sah ini, maka kerugian tidak hanya terjadi pada pemkab karena uang pembayaran tidak masuk menjadi PAD. Tapi, perngunjung juga bisa terkena imbasnya karena saat terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan, maka tidak bisa mengklaim asuransi.
“Harapannya pengunjung bisa teliti sehingga ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebocoran retribusi masuk wisata,” kata matan Kepala UPT Taman Budaya ini.
Eko menambahkan, bukti asli pembayaran retibusi yang sah hanya bertuliskan transaksi dengan jumlah nominal beserta dengan asuransi yang dibayarkan. “Yang sah tidak ada tulisan Customer Copy. Kalau menemukan adanya yang seperti ini [ada tulisan Customer Copy] jangan diterima dan bisa diadukan ke layanan aduan bupati agar segera ditindaklanjuti,” katanya.
Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti mengatakan, potensi kebocoran retribusi masuk wisata masih terjadi. Hal ini berdampak terhadap potensi pendapatan yang dimiliki jadi tidak optimal.
Menurut dia, melesetnya target PAD wisata menjadi catatan penting yang harus ditindaklanjuti agar tidak terulang lagi. “Kami tetap berharap agar skema penarikan bisa dipihak ketigakan sehingga dinas pariwisata bisa fokus untuk pengembagan dan promosi kepariwisataan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Temuan SPMB Gunungkidul, seorang calon siswa jalur afirmasi tercatat DTSEN desil 2 meski orang tuanya berstatus PNS. Data dilaporkan untuk diperbarui.
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Proyeksi rupiah hari ini diperkirakan melemah di tengah penantian data ekonomi AS dan rilis neraca perdagangan serta inflasi Indonesia.
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
Dua pria yang viral karena melawan arus dan menantang pengendara di Jogja ditilang polisi usai menyerahkan diri ke Polresta Jogja.