Ratusan ASN Gunungkidul Tunggak BPJS, Terbesar Rp14 Juta
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Wisatawan sedang bermain air di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul pada Kamis (11/4/2024). - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul langsung melakukan penyelidikan terkait dengan berita viral penarikan retribusi tidak sesuai dengan jumlah yang datang. Peristiwa terjadi di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) pantai di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Rabu (8/4/2026).
Berita viral di media sosial ini terungkap saat ada empat pengunjung wisata yang masuk pantai. Sesuai dengan ketentuan, maka wajib membayar tiket Rp60.000 karena tarif retribusi ditetapkan sebesar Rp15.000 per orang.
Kewajiban ini sudah dibayar, tapi saat mendapatkan bukti tiket pembayaran hanya senilai Rp30.000 alias untuk dua orang. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat dikonfirmasi sudah mendapatkan berita tentang isu miring berkaitan dengan penarikan rertribusi di TPR JJLS.
Pihaknya langsung menginstruksikan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul untuk melakukan klarifikasi ke petugas tarik yang bersangkutan. “Informasinya ada empat orang yang datang. Klarifikasi penting untuk mengetahui kebeneran berapa yang benar-benar membayar retribusi,” katanya, Jumat (10/4/2026).
Mbak Endah mengungkapkan, klarifikasi tidak hanya dengan mengkonfirmasi ke petugas bersangkutan. Pasalnya, juga ada bukti pendukung lain seperti tiket yang tercetak hingga pemanfaatan kamera CCTV untuk pembuktian.
“Kalau memang ada kesalahan. Maka, akan disanksi sesuai dengan ketentuan berlaku. Saya berharap, para petugas dapat menjalankan ketugasannya dengan benar,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Priwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, tidak akan tinggal diam terkait dengan berita miring tentang penarikan retribusi masuk wisata pantai di JJLS. Upaya klarifikasi langsung dilakukan untuk membuktikan kebenaran berita viral tersebut.
“Kami lakukan klarifikasi ke petugas bersangkutan untuk mengetahui kronologis pasti dari kejadian pada Rabu [8/4/2026],” katanya.
Menurut dia, hasil klarifikasi ada kelalaian dari petugas bersangkutan. Oleh karenanya, pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengunjung.
“Kami akan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga kejadian yang sama tidak terulang. Sebab, kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan public terhadap pengelolaan sektor wisata di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Liverpool resmi menggandeng Turkish Airlines sebagai sponsor utama jersei mulai musim 2027/2028. Nilai kontraknya disebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Pr
Boy Thohir memperluas investasi ke MGLV yang bergerak di data center dan AI. Simak kepemilikan dan arah ekspansi bisnisnya.
Geely Panda Mini Karting Edition resmi meluncur di China dengan harga sekitar Rp115 juta. Mobil listrik mungil ini memakai baterai CATL dan mampu menempuh jarak
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Febrie Adriansyah diperiksa hampir 7 jam dan dicecar soal Tan Kian. Kuasa hukum menyebut Febrie tegas membantah menerima uang dari Tan Kian.