Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Sejumlah wisatawan bermain kano di kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Lonjakan kunjungan wisata selama libur Lebaran di Gunungkidul menyisakan catatan penting, yakni keluhan wisatawan terkait retribusi ganda saat masuk melalui jalur di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari. Persoalan ini kini tengah dibahas untuk segera dicarikan solusi.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menyebut secara umum penyelenggaraan wisata berjalan aman dan lancar. Namun, isu retribusi ganda menjadi satu-satunya keluhan yang muncul dari pengunjung.
“Keluhan hanya berkaitan dengan retribusi ganda. Untuk yang lain tidak ada,” kata Eko, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, tidak semua wisatawan mengalami hal tersebut. Retribusi ganda hanya terjadi bagi pengunjung yang masuk melalui jalur di Kalurahan Girijati, karena harus melewati Tempat Penarikan Retribusi (TPR) Parangtritis milik Pemkab Bantul sebelum masuk ke kawasan wisata di Gunungkidul.
Akibatnya, wisatawan diwajibkan membayar retribusi di dua lokasi berbeda. Pertama di wilayah Bantul, kemudian kembali ditarik saat masuk destinasi wisata di Gunungkidul.
“Hari ini, kami bersama-sama dengan Dinas Pariwisata DIY membahas masalah retribusi ganda yang menimpa wisatawan saat masuk via Purwosari,” katanya.
Di tengah persoalan tersebut, jumlah kunjungan wisata justru melampaui target. Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono, mencatat sebanyak 421.000 wisatawan berkunjung selama periode 20–29 Maret 2026.
Angka itu jauh melampaui target awal yang hanya sekitar 93.000 pengunjung saat persiapan libur Lebaran.
“Semua berjalan dengan lancar dan aman. Memang ada beberapa catatan yang menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan agar penyelenggaraan wisata bisa memberikan rasa aman dan nyaman,” kata Hary.
Ia menyebut lonjakan pengunjung paling banyak terjadi di sejumlah titik TPR seperti Baron, jalur Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), serta kawasan Bukit Paralayang di Watugupit di Kapanewon Purwosari. Mayoritas wisatawan masih menjadikan kawasan pantai sebagai tujuan utama.
Sementara itu, Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II di Pantai Baron, Surisdiyanto, memastikan pengamanan selama libur Lebaran dilakukan secara maksimal. Sebanyak sekitar 60 personel disiagakan di sepanjang kawasan pantai, mulai dari Poktunggal hingga Bukit Paralayang.
Ia mengungkapkan selama periode liburan sempat terjadi dua insiden kecelakaan laut di Pantai Drini. Dua wisatawan terseret arus saat bermain di area rip current, namun berhasil diselamatkan oleh petugas.
“Laka laut yang terjadi di kawasan Pantai Drini, dua wisatawan terseret arus saat bermain di area rip current,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.