Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Wisatawan sedang bermain air di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Menjelang momentum libur Lebaran, para pelaku usaha di destinasi wisata Gunungkidul diimbau untuk menjaga keramahan dan profesionalitas pelayanan.
Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, menekankan pentingnya menjaga citra positif pariwisata agar para pelancong tidak merasa kapok untuk kembali berkunjung ke Bumi Handayani.
Ery menyoroti praktik "nuthuk" atau menaikkan harga secara tidak wajar yang sering kali menjadi momok bagi wisatawan saat musim liburan. Menurutnya, keuntungan besar memang menjadi target, namun hal tersebut tidak boleh mengorbankan kepercayaan pengunjung yang berdampak buruk pada ekosistem pariwisata jangka panjang.
“Contoh agar citra pariwisata tetap baik adalah dengan mematok harga yang wajar alias tidak nuthuk ke pengunjung yang datang,” kata Ery, Selasa (17/3/2026).
Ia menyarankan agar setiap pelaku usaha wajib menyediakan daftar harga yang transparan sebelum transaksi dilakukan guna menghindari adanya kesan penipuan terhadap wisatawan.
Tren positif pariwisata Gunungkidul di awal tahun 2026 sebenarnya sudah terlihat dari capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi yang menyentuh angka hampir Rp10 miliar dalam dua bulan pertama.
Capaian ini dinilai harus dijaga dengan kualitas pelayanan yang prima. “Pariwisata erat kaitannya dengan citra yang baik, kalau selalu negative maka pengunjung enggan datang karena kapok,” ungkapnya.
Merespons hal tersebut, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul telah menerbitkan surat edaran resmi kepada seluruh pengelola destinasi.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Nanang Putranto, menjelaskan bahwa terdapat 13 poin imbauan dalam edaran tersebut, yang mencakup larangan tarif tidak wajar, pengaturan parkir, hingga komitmen menjaga kebersihan.
Pemerintah daerah mewajibkan pedagang di area wisata untuk memasang label harga secara terbuka agar ada kepastian bagi pengunjung.
“Tujuannya, agar pengunjung mendapatkan kenyamanan sehingga bisa lebih menikmati kunjungan karena ada kepastian saat melakukan transaksi di destinasi wisata,” kata Nanang.
Selain urusan harga, aspek keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan selama periode libur panjang.
Pemantauan di berbagai titik lokasi wisata terus dilakukan untuk memastikan standar Sapta Pesona tetap terjaga, sehingga pelaksanaan liburan dapat berlangsung aman, lancar, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah dukung Palestina. Sejumlah venue disebut menolak konser jika ia tetap tampil.
Harga rumah Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Harga naik 14,3%, sedangkan listing turun 27,4%.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. Toyota menyumbang 353.778 unit atau 41,2 persen.