Messi Didenda MLS Usai Tampar Leher Pemain Philadelphia Union
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Harianjogja.com, JOGJA-Keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk memaksimalkan pengelolaan dan pendapatan dari retribusi pasar tradisional melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sulit terealisasi.
Pasalnya, hingga kini kajian mengenai rencana tersebut belum dilakukan. Di samping itu rencana tersebut juga terbentur dengan peraturan daerah yang ada.
“Sangat sulit, karena sampai saat ini belum ada perubahan peraturan. Mekanismenya nanti seperti apa, ini juga harus dikaji terlebih dahulu,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Jogja Maryustion Tonang, Selasa (21/1/2014).
Dia menambahkan, selama ini pengelolaan dan tarif retribusi untuk 32 pasar tradisional di wilayahnya masih mengacu pada peraturan lama, yakni Perda No.2 dan 3/2009 tentang Pengelolaan Pasar.
Di samping itu, hingga kini Raperda Perpasaran yang telah diajukan dan masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) sejak 2012 lalu belum juga disentuh oleh DPRD Jogja. “Inilah yang membuat rencana tersebut sulit dilakukan,” imbuhnya.
Sekretaris Komisi B DPRD Jogja, Bagus Sumbarja mengungkapkan sampai kini belum bisa memastikan kapan BLUD bisa direalisasikan.
Padahal keberadaan BLUD dirasa perlu untuk perbaikan dan pemaksimalan pengelolaan pasar tradisional di wilayahnya. “Kami akan bahas nanti. Kami juga perlu adanya pengkajian,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Apindo dan buruh menyebut sebagian besar substansi RUU Ketenagakerjaan telah selaras dan mendorong aturan yang menciptakan lapangan kerja.
KPK memanggil tujuh saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa Pemkab Muara Enim untuk diperiksa di Polres Ngawi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan SK kenaikan pangkat golongan IV kepada 45 ASN pada 24 Agustus 2026.
Pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan bencana 2026, termasuk bantuan beras 6.800 ton untuk lima kabupaten di NTT.
Polda Lampung menyelidiki titik awal dan penyebab karhutla di Taman Nasional Way Kambas setelah proses pemadaman selesai.