Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Ilustrasi nyamuk penyebar demam berdarah. (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelepasan nyamuk aedes aegypti oleh Eliminate Dengue Project (EDP) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada di Nogotirto, Gamping, Sleman akan dilaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum karena proyek itu membuat resah warga.
Juru bicara warga Nogotirto yang menentang proyek percobaan itu, Ahmad Ma’ruf, mengatakan pelepasan nyamuk tersebut membuat warga di Nogotirto terpecah-pecah. “Menimbulkan konflik antar warga. Ada yang pro dan ada yang kontra. Kami sampai membuat forum yang mendatangkan dua RW untuk menyelesaikan konflik ini,” katanya, Kamis (23/1/2014) pagi.
Adapun hal yang membuat warga terpecah adalah soal tujuan pelepasan riset. Warga masih ragu dengan keberhasilan hasil riset tersebut. Metodologi penelitiannya dianggap meragukan.
“Waktu itu sempat bertemu tim survei, mereka bilang rumah warga yang tidak setuju tidak akan jadi tempat pelepasan nyamuk. Lah siapa yang menjamin nyamuk tidak akan terbang bebas ke rumah warga lain yang nggak setuju?” ujar Ahmad Ma’ruf.
Sebagian warga juga merasa belum membuat kesepakatan tertulis antara EDP dengan warga. Alih-alih surat perjanjian, Ahmad Ma’ruf menyatakan sosialisasi penelitian pun tidak merata ke semua warga. “Oleh karena itu kami akan ke LBH besok Jumat memperkarakan masalah ini,” ucapnya.
Ditemui di tempat terpisah, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengaku menghargai warga yang menolak penelitian tersebut. “Yang kemarin dilepas itu untuk daerah-daerah yang memang kampungnya sudah menerima. Di tempat yang masyarakatnya belum bersedia, ditangguhkan dulu,” terang Sri Purnomo.
Peneliti utama dalam penelitian ini, Riris Andono Ahmad dari EDP-Fakultas Kedokteran UGM, menyatakan penelitian itu menggunakan metode penanggulangan demam berdarah yang sudah ada sebelumnya dan telah teruji di berbagai negara. “Teknologi ini berbeda dengan pendekatan pemberantasan nyamuk yang selama ini ada. Fokusnya melawan virus dengue secara langsung,”papar Riris, Kamis, di UGM.
Waskita, salah satu warga Perumahan Jangkang, Nogotirto menilai hadirnya program EDP tidak mengganggu kondisi masyarakat di sana. Jumlah nyamuk di rumah-rumah warga juga normal seperti biasa. “Ya, biasa kalau ada ketakutan sesaat dari warga tapi prinsipnya semuanya berjalan normal,”kata Waskita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan menggelar Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4 dengan tajuk FYP (For Your People), sekaligus pameran arsip