Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pedagang kios di Stasiun Wates mengadukan ketidakjelasan nasib mereka kepada DPRD Kulonprogo dengan didampingi Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY, Selasa (28/1/2014).
Mereka resah karena sampai dengan akhir Januari 2014, Pemkab Kulonprogo belum memberikan kepastian tempat relokasi bagi para pedagang, sementara PT Kereta Api Indonesia hanya memberikan batas waktu pembongkaran kios sampai dengan 31 Januari 2014.
"Kalau eksekusi tetap berjalan, bagaimana nasib kami?" ujarnya usai audiensi dengan Komisi II DPRD Kulonprogo.
“Yang jelas pedagang akan tetap bertahan dan tidak membongkar kios walaupun sudah lewat batas waktu yang ditetapkan sampai kami mendapatkan kepastian tempat relokasi,” tambahnya.
Kepala Bidang Penanganan Laporan LOD DIY, Buyung Ridwan Tanjung, mengatakan pemkab harus memikirkan persoalan ini, sekalipun wilayah yang dipermasalahkan berada dalam areal PT KAI. “Pemkab harus bersikap tegas pada PT KAI dan kewenangan pemkab juga harus dipertimbangkan,” tukasnya.
Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Yusron Martofa, mengatakan, dewan akan mengkoordinasikan solusi penataan kawasan Stasiun Wates sehingga tidak berlangsung semena-mena, terutama terkait penggusuran para pedagang yang sudah puluhan tahun menempati lokasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Prabowo Subianto mengucapkan selamat ulang tahun ke-65 kepada Jokowi melalui Instagram Story @prabowo, Minggu (21/6/2026).
Kebijakan efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah tidak akan mengurangi kualitas layanan kebencanaan.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Warga Karangmiri Giwangan manfaatkan saluran irigasi untuk budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah organik.