Karhutla Riau Meluas, 26 Ton Garam Disemai untuk Picu Hujan
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sejumlah pria bercadar yang mengatasnamakan diri dari Ormas (Organisasi Masyarakat) Front Jihad Islam (FJI) dan Hizbullah melakukan sweeping minuman keras (Miras) di Wilayah Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Sabtu (1/2/2014) malam. Dalam sweeping tersebut satu orang terluka akibat terkena pukul anggota ormas.
Budi Santoso, penjaga warung klontong yang menjual miras tersebut terluka dibagian kepala akibat terkena pukulan. Dia juga sempat dilarikan ke Klinik Multazam Wonosari, untuk mendapatkan pengobatan. Dari hasil sweeping itu kedua ormas juga berhasil mengamankan ratusan botol miras dari warung milik Mami. Miras tersebut kemudian diserahkan ke Polres Gunungkidul.
Informasi Harianjogja.com, aksi sweeping yang dilakukan Ormas FJI dan Hizbullah dilakukan sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka menyisir warung yang diduga menjual miras di sekitar Karangrejek. Ada sekitar 35 anggota ormas yang melakukan sweeping mengghunakan sepeda motor. Sebagian diantara mereka menggunakan penutup wajah (cadar).
Komandan Militan Hizbullah Gunungkidul, Bardan saat dimintai konfirmasi membenarkan aksi sweeping miras dengan menggunakan cadar di Karangrejek dilakukan oleh anggotanya bersama FJI. Namun dia mengelak anggotanya telah memukul penjaga warung miras. Menurutnya, aksi sweeping memang dilakukan secara tiba-tiba sehingga penjual miras kaget dan terlihat shock.
“Tidak ada anggota kita yang melakukan pemukulan. Itu [korban pemukulan] karena kaget aja dan shock dibawa ke klinik,” ujar bardan.
Bardan mengatakan, sweeping warung miras dilakukan karena selama ini aparat kepolisian tidak menanggapi laporan masyarakat terkait penjualan miras yang marak di Gunungkidul. Dia juga menuduh warung miras di Karangrejek tidak pernah dirazia karena pemiliknya adalah oknum polisi. Maka dalam sweeping itu, Lanjut Bardan, tidak mengajak aparat kepolisian. “Masalahnya polisi sering dilaporkan tapi tidak pernah bertindak,” tegas Bardan.
Ketua FJI DIY Abdurahman saat dihubungi akan melakukan kroscek terhadap anggotanya terkait salah satu warga yang terluka pukul. “Itu kan razia gabungan dengan Hizbullah jadi belum tahu apakah yang memukul itu anggota kita atau bukan,” ucap Abdurahman.
Dalam sweeping tersebut anggota FJI dan Hizbullah mengamankan 69 botol Wisky, 91 Vodka, 230 botol Ciu, 5 botol Eceland, dan 9 botol Wisky ukuran besar. Ratusan botol miras itu kini diamankan di Mapolres Gunungkidul. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Jadwal bola malam ini 25-26 Agustus 2026 menghadirkan Liga Champions, Al-Ettifaq vs Al-Nassr, serta Valencia vs Real Betis.
Sri Lanka gratiskan ETA turis bagi warga 40 negara termasuk Indonesia mulai 25 Mei 2026. Meski gratis, wisatawan tetap wajib mengurus ETA sebelum berangkat
Operasi udara TNI AU mempercepat pemadaman karhutla di Kalsel. Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH dikerahkan.
KRI Gajah Mada dijadwalkan tampil perdana pada HUT ke-81 TNI Oktober 2026 sebagai unsur sailing pass dan kapal VVIP.
BNPB mencatat korban gempa NTT bertambah menjadi 103 orang. Sebanyak 1.666 warga mengalami luka dan penanganan masih dilakukan.