Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Ratusan warga Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, menggeruduk balai desa setempat, Senin (3/2/2014).
Mereka menuntut oknum perangkat desa Karangasem mundur dari jabatannya karena ketahuan selingkuh. Bahkan pasangan selingkuh diketahui hamil 4 bulan.
Kedua perangkat Desa Karangasem tersebut adalah Markuat, 50, yang menjabat sebagai Sekretaris Badan Perwakilan Desa (BPD) dan pasangannya Emi Dwi Asmawati, 25, sebagai Kepala Urusan Umum.
Setelah didesak warga dengan menduduki balai desa sekitar 2 jam, Markuat dengan dikawal polisi dari Polsek Paliyan dan TNI Koramil Paliyan akhirnya menyatakan mundur dari jabatannya dihadapan warga. Sementara surat pengunduran diri Emi Dwi Asmawati menyusul.
Dalam pernyataannya, Markuat yang sudah memiliki istri dan tiga anak mengakui telah menjalin hubungan gelap bersama rekan kerjanya Emi Dwi Asmawati. Bahkan dari hubungannya tersebut Emi kini mengandung bayi. Markuat berjanji akan menikahi Emi.
“Saya mengakui berbuat zina. Sebagai wujud perbuatan zina, saya mengundurkan diri dari jabatan saya,” ucap Markuat.
Ucapan Markuat pun disambut tepuk tangan warga, sebagian lainnya meneriakan kata-kata kotor sambil berteriak-teriak.
Markuat pun menyampaikan permohonan maaf kepada semua perangkat desa dan warga Karangasem karena perbuatannya telah mencemarkan nama baik Karangasem.
Dia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. “Saya siap menikahi [Emi],” kata dia. Usai menyampaikan pernyataan, Markuat langsung dikawal polisi dan TNI meninggalkan balai desa.
Badarudin, salah satu warga menuturkan, perselingkuhan kedua perangkat desa itu sebenarnya sudah diketahui warga sejak Agustus tahun lalu. Namun karena belum mendapatkan bukti-bukti yang kuat warga pun membiarkan keduanya.
Namun setelah kabar kehamilan Emi beredar, warga geram. “Warga merasa dicemarkan nama baik desanya dengan ulah perangkat desa,” kata dia.
Dengan lengsernya Markuat dan Emi dari jabatannya, setidaknya, kata Badarudin, warga Karangasem masih peduli dan menjaga dari tindakan asusila. Dia berharap kasus serupa tidak terulang lagi baik dari perangkat desa maupun dari warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Curhat di media sosial bukan sekadar cari perhatian, tetapi dipengaruhi kebutuhan emosional, validasi, dan koneksi sosial.
Penjualan mobil nasional Januari–Mei 2026 naik 12,8 persen, didorong kendaraan listrik dan hybrid, sementara LCGC turun tajam.
Prediksi Selandia Baru vs Mesir di Grup G Piala Dunia 2026: rekor 15 tahun tak terkalahkan vs 9 kali gagal. Simak susunan pemain dan skor prediksi.
Penipuan K-pop di Korsel melonjak 4 kali lipat dalam 2 tahun. Konser BTS di Busan jadi sorotan. Tips aman untuk wisatawan Indonesia.
PakNas menolak rencana kemasan rokok polos dan mendesak Kemenkes melibatkan konsumen dalam penyusunan aturan turunan PP 28/2024.