Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Harianjogja.com, SLEMAN - Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menyatakan memerintahkan kepada jajarannya untuk menangkap pelaku penyerangan pada Senin (3/1/2014) pagi jajarannya menjemput siswa lainnya di SMA N 1 Ngaglik. Sehingga total ada sembilan siswa yang diamankan di Mapolres Sleman. "Mereka dijemputi satu per satu, ada juga yang saat masih di dalam kelas," terangnya.
Setelah menelusuri di sekitar SMA N 1 Ngaglik, kepolisian mengamankan belasan senjata untuk tawuran. Barang bukti yang diamankan itu adalah empat parang tajam ukuran 50 cm, tiga gir diameter 15 cm dengan tali pelontar, dua modifikasi senjata rantai dan besi, sembilan pentungan besi, satu molotov berisi bahan bakar minyak dan sumbu serta satu topi yang tertinggal.
Seluruh barang bukti itu diamankan di warung milik Sriyatun yang berlokasi di luar gedung sekitar SMA N 1 Ngaglik. "Tapi pemilik warung itu tidak tahu kalau warungnya digunakan tempat menyimpan [senjata]," ujarnya.
Sementara dari lokasi kejadian, pihaknya mengamankan sebilah parang tajam berukuran sekitar 25 sentimeter. Serta sejumlah sumbu yang diduga molotov tapi tidak meledak. Ihsan menegaskan pihaknya memanggil dua kepala sekolah dari SMK Muhammadiyah Pakem dan SMA N 1 Ngaglik. Tujuannya untuk memediasi guna menyelesaikan persoalan agar tidak terulang kembali.
Pihaknya masih mendalami terkait informasi. Beberapa hari sebelumnya pihak SMA N 1 Ngaglik mendapatkan penyerangan. Karena diduga motif sudah turun temurun. Mediasi dilakukan di lantai dua aula Mapolres Sleman. Kedua kepala sekolah juga ditunjukkan sejumlah senjata tajam yang dipergunakan.
Seperti diberitakan belasan siswa SMA N 1 Ngaglik menyerang kompleks SMK Muhammadiyah Pakem, Sleman, Sabtu (1/2/2014) pukul 17.30 WIB. Sembilan siswa diamankan dalam kasus tersebut berikut barang bukti senjata tajam dan molotov.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.