Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam 1 Gram Rp2,766 Juta
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
Ilustrasi pengemis (Dok/JIBI)
Harianjogja.com, JOGJA—Memberi uang kepada pengemis dan gelandangan di tempat umum sekarang ini harus berpikir ulang. Alih- alih ingin bersedekah, si pemberi malah bisa dikenai denda maksimal Rp1 juta.
Aturan denda ini tertuang dalam draf rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis yang sebentar lagi disahkan melalui rapat paripurna di DPRD DIY.
"Pada 14 Februari nanti akan disahkan", ujar Ketua Panitia Khusus Nandar Winoro di DPRD DIY, Rabu (5/2/2014).
Setelah disahkan, lanjut dia, raperda yang belum ada nomornya tersebut tinggal diregistrasikan ke Kementerian Dalam Negeri yang membutuhkan waktu paling tidak selama satu pekan.
Ketentuan pelarangan memberi uang pada pengemis itu diatur dalam pasal 22. Tidak hanya secara perorangan saja yang dilarang, melainkan kelembagaan.
"Setiap orang/lembaga/badan hukum dilarang memberi uang dan/atau barang dalam bentuk apapun kepada gelandangan dan pengemis di tempat umum," begitu bunyi pasal tersebut.
Lalu dalam ketentuan pidana Bab VIII, disebutkan, Setiap orang yang melanggar ketentuan memberi uang dan/atau barang dalam bentuk apapun kepada Gelandangan dan Pengemis diancam dengan hukuman pidana kurungan paling lama 10 hari dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.
Public hearing raperda itu telah dilakukan pada Selasa(4/2) di DPRD DIY. Hasilnya, banyak yang menginginkan agar raperda segera diberlakukan.
Merespons itu, Pansus pada Rabu kemarin menindaklanjutinya dengan melakukan pantauan di delapan titik tempat umum yang biasa digunakan mangkal pengemis, di antaranya Blok O Janti, Maguwo, Kentungan dan perempatan Ring Road Condongcatur.
Namun, untuk memantau bagaimana pelaksanaan denda memberi uang itu, kata dia, menjadi perdebatan dalam public hearing. Pansus mengusulkan nantinya petugas satpol PP tidak sekadar merazia pengemis, tapi juga menjaring warga yang nekat memberin uang.
Teguran dan peringatan kepada pelanggar akan diutamakan. Warga akan diarahkan untuk memberi sedekah melalui badan sosial yang diatur secara resmi dalam perundangan- undangan.
Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mengatakan dengan memberlakukan sanksi pidana kepada pemberi, akan dapat menangani pengemis hingga akarnya.
Menurut penelitian lembaganya, pendapatan pengemis itu bisa jauh lebih besar dari yang memberi. Untung mencatat, terdapat pengemis yang dalam sehari bisa meraup hingga Rp200.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
PSEL Bekasi resmi dibangun dengan investasi Rp3 triliun. Proyek ini ditargetkan mengolah 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan energi hijau.
Kabut asap karhutla mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Jarak pandang sempat turun hingga 200 meter
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (26/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggelar panen raya komoditas padi, penyerahan bantuan alat pertanian,
PLTS Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun dengan investasi Rp1,6 triliun dan ditargetkan beroperasi akhir 2027.