Harga BBM 23 Agustus 2026, Pertamax Turun Jadi Rp15.950
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengungkapkan, sudah beberapa investor tampak tertarik dengan pengembangan kawasan industri di http://www.harianjogja.com/baca/2014/02/08/megaproyek-kulonprogo-penambangan-pasir-besi-ancam-usaha-perikanan-488079" target="_blank">Pelabuhan Tanjung Adikarta.
“Kami mengirim undangan ke Dirjen untuk meminta fasilitasi agar setelah peresmian, pelabuhan tidak mangkrak tetapi dapat langsung beroperasi,” katanya, saat menerima audiensi Direktur Jendral Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri, Agung Mulyana, di Rumah Dinas Bupati, Jumat (7/2/2014).
Kebutuhan sarana untuk mengembangkan pelabuhan saat ini, sebutnya, antara lain, kapal 150 gross ton yang dapat mencapai 200 mil sehingga bisa memperoleh ikan-ikan yang besar, cool storage atau tempat pendingin, serta pendalaman pengerukan.
Hasto berharap, tempat pelelangan ikan yang terdapat di Karangwuni tidak hanya menjual ikan kecil tetapi juga ikan berukuran besar.
“Oleh karena itu dibutuhkan kapal besar yang dapat sampai lepas pantai, bukan hanya perahu-perahu dengan jangkauan tepi pantai,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
RSUD Kota Jogja menerapkan SERASI untuk mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai secara real-time.
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.
Pemkab Kulonprogo dan BOB mengawal kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo. Dari 3,47 km, masih tersisa 2,47 km yang belum terbangun.
Lomba Mewarnai dan Menggambar Wayang Jadi Cara Disbud DIY Kenalkan Warisan Budaya kepada Anak
Kuota LPG 3 kg 2026 diproyeksi jebol. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi mencapai 8,67 juta ton atau 108,46% dari kuota.