Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Para pengguna jalan yang melintasi jalur Jogja-Wonosari mesti berhati-hati di wilayah Desa Logandeng, Kecamatan Playen. Jalan di jalur itu kini banyak lubang.
Pada Jumat (7/2/2014), jalan bergelombang banyak ditemukan dari mulai Alat Penanda Informasi Lalu Lintas (APILL) di Simpang Tiga Gading sampai tugu perbatasan Kota Wonosari di Logandeng. Kerusakan di jalan sepanjang sekitar tiga kilometer itu masih dibiarkan.
Di Logandeng, tepatnya di depan Soto Tanproyek, terdapat lubang sedalam sekitar 50 sentimeter. Warga sekitar lokasi menanam pot bunga ditengah lubang agar tidak dilalui kendaraan.
“Kalau pengendara yang belum tahu jalan Gunungkidul, akan terperosok dan jatuh,” ucap warga, Yuniarti, Jumat (7/8/2014).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Gunungkidul Djaka Lelana mengaku sudah cek lokasi kerusakan jalan dari Playen sampai Wonosari dan dianggap membahayakan. Jalan Jogja-Wonosari merupakan jalan nasional sehingga kewenangan perbaikan ada pada DIY.
“Akan saya sampaikan besok [hari ini]. Nanti langsung dicek dan diperbaiki,” tegasnya.
Djaka menambahkan, hujan yang mengguyur tiap hari memengaruhi konstruksi jalan di Gunungkidul. Maret mendatang DPU akan cek semua ruas jalan kabupaten dan memperbaiki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
RSUD Kota Jogja menerapkan SERASI untuk mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai secara real-time.
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.
Pemkab Kulonprogo dan BOB mengawal kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo. Dari 3,47 km, masih tersisa 2,47 km yang belum terbangun.
Lomba Mewarnai dan Menggambar Wayang Jadi Cara Disbud DIY Kenalkan Warisan Budaya kepada Anak
Kuota LPG 3 kg 2026 diproyeksi jebol. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi mencapai 8,67 juta ton atau 108,46% dari kuota.