Viral Dugaan Pelecehan Seksual di Unnes, Kampus Jelaskan Kronolologi
Unnes menjelaskan kronologi dugaan pelecehan seksual yang memicu pengepungan mahasiswa terhadap terduga pelaku. Polisi masih melakukan pendalaman kasus.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Gunungkidul mengajak petani untuk menggiatkan menanam Sorgun sebagai pakan alternatif pada musim kemarau yang diprediksi jatuh pada Maret mendatang.
Kepala Dinas TPH Supriyadi mengatakan, pada musim kemarau petani Gunungkidul kerap kesusahan memperoleh pakan ternak. Bahkan harus mendatangkan dari luar daerah dengan membelinya. Saat ini, kata dia tanaman sorgum sudah dilakukan uji coba dan kualitasnya sangat baik untuk ternak.
Saat ini, lanjut Supriyadi, tanaman sorgum baru dibudidayakan di wilayah Kecamatan Wonosari, Semin dan Kecamatan Tepus yang jumlahnya mencapai sekitar 400 hektare.
Hanya saja tanaman jenis Cartel tersebut baru ditanam secara tumpang sari. “Kita harap petani mulai menanam Sorgum,” kata Supriyadi, Sabtu (8/2/2014).
Camat Tepus Suyatna mengatakan, para petani di wilayahnya kurang bersemangat menanam sorgum karena harganya murah. Sebagian besar petani menanam Sorgum secara tumpang sari dengan tanaman lainnya agar bisa menghasilkan dari lahannya.
Suyatna menambahkan, Kecamatan Tepus, khususnya Desa Purwodadi saat ini akan dilakukan penelitian dari Badan Tenologi Nuklir (Batan) dan Universitas Gunungkidul pada tanaman Sorgum.
Penelitian tersebut untuk mencari alternatif lain selain untuk pakan ternak. Diakui dia, Sorgum juga bisa untuk bahan makanan, etanol.
Menurut Suyatna, saat ini Purwodadi juga sudah memanen 2 hektare tanaman Sorgum oleh kelompok tani Jati Makmur. “Hasilnya bagus kalau untuk pakan ternak,” kata dia.
Suyatna berharap ada manfaat lain dari Sorgun yang bisa mengangkat petani untuk semangat menanam Sorgun sebab tanaman itu sangat cocok ditanam di musim kemarau. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Unnes menjelaskan kronologi dugaan pelecehan seksual yang memicu pengepungan mahasiswa terhadap terduga pelaku. Polisi masih melakukan pendalaman kasus.
Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD), Erwhin Irmawan, menargetkan STTKD mampu menjadi pusat unggulan di bidang kedirgantaraan
Pelatihan AI untuk dosen digelar guna meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus menjaga etika akademik di perguruan tinggi.
Yordania dan Aljazair menjalani laga hidup-mati Grup J Piala Dunia 2026. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan perdana demi menjaga peluang lolos.
IMM dan IPM DIY gelar aksi tapa pepe di Jogja, sampaikan kritik kebijakan pemerintah lewat duduk diam di Titik Nol Kilometer.
SMARTFREN terus memperkuat pengalaman digital pelanggan di Kota Tegal melalui layanan internet yang andal, sekaligus menghadirkan SMARTFREN Fun Run Tegal 2026