Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Harianjogja.com, BANTUL – Pemerintah Desa Poncosari Kecamatan Srandakan berjanji tidak akan merubah tempat pertapaan Pandan Payung di Pantai Pandansimo untuk perluasan tambak udang. Tempat ritual budaya itu masih ingin dilestarikan warga masyarakat.
Kepala Desa Poncosari Supriyanto mengatakan rencana menambah lokasi tambak udang tidak akan merusak tempat pertapaan. Pembanguan tambak hanya di sekitar Pandan Payung yang masih tersisa satu petak tanah.
"Hanya sebelahnya saja yang mungkin akan dimanfaatkan untuk penambahan kolam tambak udang. Pandan Payung sepertinya masih aman," kata Supriyanto kepada Harianjogja, akhir pekan lalu.
Kades mengaku lokasi Pandan Payung selama ini belum belum diketahui pasti titik terang sejarahnya sampai kini menjadi tempat masyarakat bertapa dan laku spirtual. "Tapi kami tetap hormati pendapat dan keberatan warga kalau tempat itu dibongkar," tambahnya.
Pernyataan Kades Poncosari tersebut sekaligus menjawab keresahan warga Dusun Ngentak akhir-akhir ini. Mereka dibuat resah adanya kabar rencana pemugaran tempat ziarah dan pertapaan yang ada di kawasan tersebut. Warga keberatan pemerintah desa melalui perangkatnya bersikeras akan membongkar tempat yang masih digunakan bertapa pada hari-hari tertentu.
Melalui juru bicara, Jono, warga Ngentak meminta pihak desa justu dapat melindungi tempat-tempat dinilai bersejarah yang masih dilestarikan masyarakat. Jono mengatakan tempat pertapaan berada di komplek tambak udang Pantai Pandansimo selama ini terkesan kumuh karena kurang mendapatkan perawatan.
Meskipun bangunan dan halamannya nampak kotor, tempat diyakini pernah menjadi tempat bertapa Sultan HB VII ini masih digunakan masyarakat tertentu baik warga Bantul atau dari luar daerah untuk menggelar ritual budaya.
Dukuh Ngentak Dwi Antoro membenarkan keberatan banyak warga mendengar rencana pemugaran Pandan Payung. Dwi menambahkan Pandan Payung di tanah Sultan Grond tersebut sudah bertahun-tahun lamanya dimanfaatkan warga untuk sumber kehidupan seperti pertanian sesepuh dusun bernama Mbah Badi sekaligus bertugas sebagai juru kunci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.