JEJAK TRADISI: Jalur Singolangu dan Warisan Cerita Lereng Lawu
Jalur Singolangu Gunung Lawu kembali ramai menjelang Suro. Jalur klasik ini menyimpan sejarah, petilasan, dan tradisi lereng Lawu.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menegaskan komitmennya terkait masa depan objek wisata bahari di Kota Binangun.
Dua objek, Pantai Trisik dan Bugel tidak akan mengalami pengembangan. Hanya Pantai Glagah yang akan dipertahankan Pemkab sebagai sarana objek wisata yang memiliki nilai jual.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengungkapkan area Trisik dan Bugel masuk dalam cakupan kontrak karya megaproyek pasir besi sehingga tidak memungkinkan pihaknya mengembangkan potensi di objek wisata itu. Di satu sisi, Trisik dan Bugel selama ini juga kurang memberikan kontribusi maksimal dalam pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi tiket masuk. Pasalnya dua objek wisata ini kurang dapat memikat wisatawan.
"Jadi tidak mungkin kami mengembangkan Trisik dan Bugel. Langkah itu akan bertentangan dengan kontrak karya," ujar Hasto, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut, upaya pengembangan hanya menyasar ke Glagah karena objek wisata itu selama ini memiliki potensi menggembirakan. Glagah selalu menyumpang PAD pariwisata terbesar dibanding beberapa objek wisata lainnya. Lebih dari 60% PAD retribusi pariwisata bersumber dari Pantai Glagah.
Namun demikian, untuk menuju langkah pengembangan Glagah pun juga tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Glagah harus mengalah dengan megaproyek bandara sehingga pengembangannya tergantung bandara baru.
"Nanti kalau pembangunan infrastruktur dilakukan akan mengganggu proyek bandara, termasuk pembebasan lahannya," tandasnya.
Pengembangan yang terlalu tergesa-gesa menurut Hasto tidak hanya mengganggu pembebasan lahan saja. Justru ketika bandara mulai dibangun akan semakin mengganggu kelangsungan pembangunannya karena bandara butuh banyak ruang," lanjut dia.
Sebagai penggantinya, proyeksi objek wisata akan terfokus mengarah ke wilayah utara Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalur Singolangu Gunung Lawu kembali ramai menjelang Suro. Jalur klasik ini menyimpan sejarah, petilasan, dan tradisi lereng Lawu.
Bus rombongan pendaki Gunung Lawu mengalami kecelakaan di Ngargoyoso, Karanganyar. Polisi menduga rem bermasalah saat melintas jalur menurun.
Seorang Peserta JKN PBPU BP Pemda, Rilani Mardiwiyono (63), merasakan langsung dari manfaat Program JKN. Meski kepesertaan JKN Rilani sempat berhenti
Rupiah melemah ke Rp17.843 per dolar AS dipicu tensi geopolitik dan fokus pasar pada data ekonomi AS serta kebijakan The Fed.
Polisi masih menyelidiki dugaan Minyakita beraroma minyak tanah dalam bantuan CPP di Wonogiri sambil menunggu hasil uji laboratorium BPOM Solo.
Hari pertama SPMB SMP Gunungkidul 2026, pendaftar di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Wonosari langsung melampaui kuota jalur prestasi dan afirmasi.