SPMB SMP Gunungkidul 2026 Dibuka, Pendaftar Sekolah Favorit Melonjak

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 22 Juni 2026 16:37 WIB
SPMB SMP Gunungkidul 2026 Dibuka, Pendaftar Sekolah Favorit Melonjak

Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di Gunungkidul langsung disambut antusias masyarakat. Sejumlah SMP favorit di Wonosari mencatat lonjakan pendaftar sejak hari pertama pembukaan jalur prestasi dan afirmasi, bahkan jumlah peminat telah melampaui kuota yang tersedia.

Tingginya minat calon murid baru terlihat di SMP Negeri 1 Wonosari dan SMP Negeri 2 Wonosari. Meski proses pendaftaran masih berlangsung beberapa hari ke depan, jumlah pendaftar yang masuk sudah melebihi daya tampung pada jalur yang dibuka saat ini.

Kepala SMP Negeri 1 Wonosari, Agus Maryanto, mengatakan pelaksanaan SPMB hari pertama berjalan lancar. Namun, tingginya animo masyarakat membuat jumlah pendaftar langsung membludak sejak pagi.

Menurut dia, sekolah yang dipimpinnya memiliki total kuota penerimaan sebanyak 224 murid baru. Kuota tersebut terbagi menjadi 112 siswa melalui jalur domisili, 56 siswa jalur prestasi, 45 siswa jalur afirmasi, dan 11 siswa jalur mutasi perpindahan tugas orang tua.

“Di hari pertama pendaftaran sudah ada 278 calon murid baru,” katanya, Senin (22/6/2026).

Agus menjelaskan seluruh pendaftar tetap harus mengikuti tahapan seleksi dan verifikasi berkas sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan jumlah peminat yang melebihi kuota, proses perangkingan akan menjadi penentu dalam seleksi penerimaan.

“Nanti akan ada perangkingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Yang diterima merupakan siswa dengan peringkat tertinggi,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di SMP Negeri 2 Wonosari. Hingga Senin siang, sekolah tersebut telah menerima 251 pendaftar meski kuota total penerimaan hanya sebanyak 224 murid baru.

Kepala SMP Negeri 2 Wonosari mengatakan seluruh pendaftar yang masuk saat ini berasal dari jalur prestasi dan afirmasi yang memang dibuka lebih dahulu dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

“Kuota kita ada 224 siswa baru. Tapi, untuk pendaftaran lewat jalur prestasi dan afirmasi sudah ada 251 anak yang mendaftar,” katanya.

Ia memastikan proses penerimaan murid baru masih berlanjut karena masih ada tahapan pendaftaran melalui jalur domisili dan mutasi perpindahan orang tua.

“Pasti ada seleksi dan verifikasi karena yang diterima disesuaikan kuota. Misalnya, untuk jalur prestasi ada kuota 56 murid baru dan yang diterima tidak boleh lebih dari yang ditentukan,” katanya.

Jadwal SPMB SMP Gunungkidul 2026

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan seluruh tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 telah disosialisasikan kepada masyarakat. Pelaksanaan penerimaan murid baru mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 serta Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 83/KPTS/2026.

Menurut Nunuk, penerimaan peserta didik tingkat SMP di Gunungkidul dibagi menjadi jalur khusus dan jalur reguler. Jalur khusus diperuntukkan bagi calon siswa yang mendaftar pada Kelas Khusus Olahraga (KKO).

Program KKO dibuka di SMP Negeri 1 Rongkop, SMP Negeri 1 Playen, SMP Negeri 1 Ngawen, dan SMP Negeri 1 Saptosari. Pendaftaran KKO telah dilaksanakan pada Mei 2026. Meski memiliki kelas khusus olahraga, sekolah-sekolah tersebut tetap membuka penerimaan melalui jalur reguler.

“Pendaftaran Kelas Khusus Olahraga (KKO) sudah dilaksanakan Mei lalu. Meski ada kelas khusus, tapi SMP-SMP ini juga tetap menerima pendaftaran melalui jalur reguler,” katanya.

Untuk jalur reguler, pendaftaran prestasi dan afirmasi berlangsung pada 22-24 Juni 2026. Sementara jalur domisili dan mutasi perpindahan orang tua dijadwalkan pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.

Nunuk menjelaskan terdapat perubahan pola pendaftaran dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada SPMB tahun lalu proses penerimaan diawali melalui jalur zonasi atau domisili, tahun ini tahapan dimulai dari jalur prestasi dan afirmasi.

“Ada perbedaan. Kalau tahun lalu, pendaftaran dimulai dari jalur zonasi, tapi sekarang dimulai dari jalur prestasi terlebih dahulu,” katanya.

Adapun komposisi kuota penerimaan murid baru di SMP negeri Gunungkidul masih sama seperti tahun sebelumnya. Jalur domisili tetap menjadi jalur dengan kuota terbesar, yakni mencapai 50 persen dari total daya tampung sekolah.

“Untuk sisanya afirmasi sebanyak 20 persen, prestasi 25 persen dan jalur mutasi sebanyak 5 persen,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online