Unggahan Alumni Picu Polemik, Penanganan Dugaan Perundungan Didalami
Viral unggahan alumni soal dugaan perundungan di SMAN 2 Bantul. Sekolah dan Balai Dikmen masih mendalami kasus dan belum buka hasil investigasi.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Aksi penganiayaan menggunakan parang di Pleret Bantul menggegerkan warga Dusun Karet, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, pada Senin (22/6/2026) dini hari. Seorang pria berinisial NA (30) diamankan aparat kepolisian setelah diduga melukai seorang warga hingga mengalami luka robek pada bagian tangan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.20 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, pelaku mendatangi rumah seorang warga bernama Mugiyono dengan membawa sebilah parang. Kedatangannya bertujuan mencari seseorang, namun orang yang dimaksud diketahui tidak berada di lokasi.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan pelaku datang ke rumah warga sambil membawa senjata tajam sehingga memicu kekhawatiran warga sekitar.
"Pelaku datang ke rumah warga dengan membawa parang dan bermaksud mencari seseorang. Akan tetapi orang yang dicarinya tidak ada di lokasi," ujar Rita, Senin.
Situasi kemudian berkembang tegang ketika Agung Tri Wijayanto yang berada di tempat kejadian berupaya meredakan keadaan. Demi menghindari potensi bahaya bagi warga sekitar, Agung berusaha mengamankan parang yang dibawa pelaku.
Upaya tersebut justru memicu pergumulan. Pelaku yang berusaha melepaskan diri meronta sambil tetap memegang senjata tajam. Dalam kondisi tersebut, parang yang dibawanya terayun ke arah samping dan mengenai warga lain bernama Marwanto.
"Ketika pelapor berusaha mengamankan senjata tajam tersebut, pelaku meronta dan mengayunkan parang. Sabetan parang itu mengenai pergelangan tangan kiri korban hingga mengalami luka robek," katanya.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada pergelangan tangan kiri dan segera dilarikan ke RS Permata Husada untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, warga yang berada di lokasi berhasil mengamankan parang milik pelaku sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Polsek Pleret.
Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kasus penganiayaan di Pleret Bantul tersebut, Unit Reskrim Polsek Pleret langsung melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku.
Hasilnya, petugas menemukan keberadaan NA di sekitar area RS Permata Husada sekitar pukul 05.00 WIB atau kurang dari satu jam setelah kejadian berlangsung.
"Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Saat dilakukan interogasi awal, yang bersangkutan mengakui perbuatannya telah melukai korban menggunakan parang," ujar Rita.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sebilah parang besi bergagang kayu dengan panjang sekitar 49 sentimeter. Selain itu, petugas juga mengamankan surat hasil pemeriksaan medis korban sebagai bagian dari proses penyidikan kasus penganiayaan di Pleret Bantul tersebut.
"Kami masih melakukan pendalaman terkait motif pelaku dan melengkapi proses penyidikan yang sedang berjalan," kata Rita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Viral unggahan alumni soal dugaan perundungan di SMAN 2 Bantul. Sekolah dan Balai Dikmen masih mendalami kasus dan belum buka hasil investigasi.
Bus rombongan pendaki Gunung Lawu mengalami kecelakaan di Ngargoyoso, Karanganyar. Polisi menduga rem bermasalah saat melintas jalur menurun.
Seorang Peserta JKN PBPU BP Pemda, Rilani Mardiwiyono (63), merasakan langsung dari manfaat Program JKN. Meski kepesertaan JKN Rilani sempat berhenti
Rupiah melemah ke Rp17.843 per dolar AS dipicu tensi geopolitik dan fokus pasar pada data ekonomi AS serta kebijakan The Fed.
Polisi masih menyelidiki dugaan Minyakita beraroma minyak tanah dalam bantuan CPP di Wonogiri sambil menunggu hasil uji laboratorium BPOM Solo.
Hari pertama SPMB SMP Gunungkidul 2026, pendaftar di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Wonosari langsung melampaui kuota jalur prestasi dan afirmasi.