Harga Rumah Melambung, Bantul Andalkan Rumah Subsidi dan Rusunawa
Harga rumah makin sulit dijangkau, Pemkab Bantul mendorong warga memanfaatkan rumah subsidi dan empat rusunawa yang tersedia.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul masih menyelidiki dugaan pengeroyokan dan pembacokan yang menimpa seorang warga di depan sebuah bengkel di Dusun Sampangan RT 07, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Korban dilaporkan mengalami luka pada bagian wajah akibat diduga terkena sabetan senjata tajam.
Usai kejadian, korban langsung dibawa warga bersama rekan-rekannya ke RS Permata Pleret untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi Masih Dalami Kronologi
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Aparat kepolisian kini mengumpulkan keterangan guna mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
"Masih didalami," kata Rita, Selasa (4/8/2026).
Korban Datang untuk Klarifikasi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial G mengaku mendatangi sebuah bengkel di wilayah Sampangan untuk melakukan klarifikasi terkait kesalahpahaman mengenai kegiatan organisasi yang sebelumnya diikuti salah seorang anggota.
Menurut G, dirinya ingin menjelaskan bahwa orang yang dimaksud sudah tidak lagi aktif dan ia juga tidak lagi mendampingi anggota tersebut.
"Saya datang ke bengkel di wilayah Sampangan untuk klarifikasi dan menjelaskan kesalahpahaman kaitan kegiatan organisasi yang diikuti salah satu anggota yang kemudian bersangkutan tidak aktif lagi. Saya tidak lagi mengampu atau mendampingi yang bersangkutan," kata G.
Mengaku Diserang dengan Senjata Tajam
Korban menuturkan pembicaraan dengan tiga orang di lokasi sempat berlangsung panas. Meski situasi memanas, ia mengaku tidak menyangka akan terjadi penyerangan dan tetap berada di lokasi untuk melanjutkan pembicaraan.
Beberapa warga sekitar kemudian mendatangi lokasi setelah mengetahui adanya keributan.
Namun, menurut pengakuan korban, situasi berubah ketika salah seorang dari tiga orang tersebut tiba-tiba menyerangnya menggunakan senjata tajam.
"Saya tidak tahu pasti arahnya dari belakang atau samping. Tiba-tiba muka saya sudah kena sabet sajam. Saya sempat melihat mereka ada yang membawa pisau dan ada yang membawa samurai panjang," ujarnya.
Korban Mengaku Dikeroyok
Selain mengalami luka bacok pada bagian wajah, G mengaku menjadi korban pengeroyokan.
Ia mengaku mengenali tiga orang yang diduga melakukan penyerangan, yakni berinisial AR, FR, dan Y, yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun.
Korban menyatakan telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bantul agar dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum.
"Sekarang saya tengah memproses laporan ke Polres Bantul agar segera ditindaklanjuti," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga rumah makin sulit dijangkau, Pemkab Bantul mendorong warga memanfaatkan rumah subsidi dan empat rusunawa yang tersedia.
Bawa anak ke rumah sakit rujukan? Simak proses rujukan bayi dan anak serta peran TeleNICU dan TelePediatrics.
Prabowo-Gibran hadir di HUT ke-28 PAN dengan batik. Zulhas juga menyampaikan pernyataan soal Prabowo dalam acara di JICC Senayan.
Genre horor mendominasi pendaftar FFI 2026. Ario Bayu menyebut komedi dan drama juga banyak diproduksi sineas Indonesia.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.
ASDP mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan logistik dengan tetap mengutamakan keselamatan.