Pemkab Bantul Prioritaskan Gaji ASN dan PPPK Rp41 Miliar per Bulan
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul masih menyelidiki dugaan pengeroyokan dan pembacokan yang menimpa seorang warga di depan sebuah bengkel di Dusun Sampangan RT 07, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Korban dilaporkan mengalami luka pada bagian wajah akibat diduga terkena sabetan senjata tajam.
Usai kejadian, korban langsung dibawa warga bersama rekan-rekannya ke RS Permata Pleret untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi Masih Dalami Kronologi
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Aparat kepolisian kini mengumpulkan keterangan guna mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
"Masih didalami," kata Rita, Selasa (4/8/2026).
Korban Datang untuk Klarifikasi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial G mengaku mendatangi sebuah bengkel di wilayah Sampangan untuk melakukan klarifikasi terkait kesalahpahaman mengenai kegiatan organisasi yang sebelumnya diikuti salah seorang anggota.
Menurut G, dirinya ingin menjelaskan bahwa orang yang dimaksud sudah tidak lagi aktif dan ia juga tidak lagi mendampingi anggota tersebut.
"Saya datang ke bengkel di wilayah Sampangan untuk klarifikasi dan menjelaskan kesalahpahaman kaitan kegiatan organisasi yang diikuti salah satu anggota yang kemudian bersangkutan tidak aktif lagi. Saya tidak lagi mengampu atau mendampingi yang bersangkutan," kata G.
Mengaku Diserang dengan Senjata Tajam
Korban menuturkan pembicaraan dengan tiga orang di lokasi sempat berlangsung panas. Meski situasi memanas, ia mengaku tidak menyangka akan terjadi penyerangan dan tetap berada di lokasi untuk melanjutkan pembicaraan.
Beberapa warga sekitar kemudian mendatangi lokasi setelah mengetahui adanya keributan.
Namun, menurut pengakuan korban, situasi berubah ketika salah seorang dari tiga orang tersebut tiba-tiba menyerangnya menggunakan senjata tajam.
"Saya tidak tahu pasti arahnya dari belakang atau samping. Tiba-tiba muka saya sudah kena sabet sajam. Saya sempat melihat mereka ada yang membawa pisau dan ada yang membawa samurai panjang," ujarnya.
Korban Mengaku Dikeroyok
Selain mengalami luka bacok pada bagian wajah, G mengaku menjadi korban pengeroyokan.
Ia mengaku mengenali tiga orang yang diduga melakukan penyerangan, yakni berinisial AR, FR, dan Y, yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun.
Korban menyatakan telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bantul agar dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum.
"Sekarang saya tengah memproses laporan ke Polres Bantul agar segera ditindaklanjuti," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.
Empat SPPG MBG di Sleman berstatus suspend per 3 Agustus 2026. Tiga menjalani renovasi, satu terkendala administrasi.
Residivis pencurian kembali ditangkap usai mencuri tas pengunjung swalayan di Jogja. Polisi mengungkap kerugian korban mencapai Rp4,8 juta.
Pengamat menilai target swasembada gula tidak cukup dicapai dengan mewajibkan industri rafinasi memiliki kebun tebu. Reformasi industri dinilai lebih penting.
Permintaan darah untuk pasien di RSUD Kota Jogja kini tak lagi mengandalkan proses manual. Rumah sakit tersebut menerapkan Sistem Informasi Digital Order Bank
Presiden Prabowo memerintahkan Bahlil dan PLN segera mengatasi pemadaman listrik di Kalimantan. Gangguan disebut bukan akibat kekurangan energi.