Gaji PPPK Ditanggung Pusat Mulai 2027, DPRD Bantul Siapkan Penyesuaian APBD
Gaji PPPK daerah mulai ditanggung pemerintah pusat pada 2027. DPRD Bantul menyiapkan penyesuaian APBD dan efisiensi belanja.
Petugas menunjukkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 215.845 warga Bantul telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) hingga Rabu (16/9/2026). Disdukcapil Bantul masih mengejar target agar cakupan aktivasi IKD mencapai 30% warga wajib KTP yang telah melakukan perekaman.
Kepala Disdukcapil Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan jumlah tersebut setara dengan 28,01% dari 770.560 warga wajib KTP yang sudah melakukan perekaman.
Jika dibandingkan dengan target progres aktivasi IKD sebanyak 358.621 warga, capaian 215.845 warga tersebut telah mencapai 60,19%.
"Target kami tahun ini bisa mencapai 30% warga yang sudah punya IKD," kata Kwintarto, Rabu (16/9/2026).
Untuk mengejar target tersebut, Disdukcapil Bantul akan mempercepat aktivasi IKD melalui strategi jemput bola. Pelayanan tidak hanya dipusatkan di kantor Disdukcapil, tetapi diperluas hingga tingkat kalurahan.
Strategi tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan aktivasi IKD tanpa harus selalu datang ke kantor Disdukcapil Bantul.
Kwintarto mengatakan perluasan layanan menjadi bagian dari upaya meningkatkan cakupan kepemilikan IKD di Bantul. Masyarakat di tingkat kalurahan menjadi salah satu sasaran pelayanan jemput bola tersebut.
"Langkah ini kami harapkan dapat meningkatkan cakupan kepemilikan IKD sekaligus mendukung peralihan layanan administrasi kependudukan menuju sistem digital yang lebih mudah, aman, dan efisien," pungkasnya.
Menurut Kwintarto, fungsi IKD saat ini telah berkembang dari tujuan awalnya sebagai pengganti KTP elektronik atau KTP-el dalam bentuk fisik.
IKD dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem administrasi kependudukan yang terintegrasi dengan layanan publik digital. Dalam sistem tersebut, NIK sebagai identitas tunggal dan IKD sebagai identitas digital menjadi dua pilar penting dalam transformasi digital pemerintahan.
"IKD saat ini sudah berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai pengganti KTP-el fisik," ujarnya.
Melalui IKD, identitas warga dapat dikenali dan diverifikasi secara lebih aman dalam berbagai ekosistem layanan publik. Sistem tersebut juga diarahkan untuk membuat proses pengenalan identitas berlangsung lebih efisien.
Kwintarto menjelaskan pengembangan IKD berkaitan dengan tiga pilar Digital Public Infrastructure (DPI) Indonesia. Ketiganya meliputi digital identity, data exchange, dan digital payment.
Integrasi ketiga pilar tersebut memungkinkan proses pengenalan dan verifikasi identitas warga dilakukan secara lebih efisien. Data kependudukan yang menjadi dasar identitas dapat digunakan untuk memastikan identitas warga secara unik dan aman.
Dengan sistem yang terintegrasi, warga tidak perlu berulang kali menjalani proses verifikasi identitas ketika mengakses berbagai layanan publik yang telah terhubung.
Karena itu, percepatan aktivasi IKD dinilai penting agar semakin banyak masyarakat Bantul dapat masuk ke dalam ekosistem digital administrasi kependudukan. Disdukcapil Bantul akan terus memperluas pelayanan jemput bola, termasuk menyasar masyarakat hingga tingkat kalurahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gaji PPPK daerah mulai ditanggung pemerintah pusat pada 2027. DPRD Bantul menyiapkan penyesuaian APBD dan efisiensi belanja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.