SMK Muga Gunakan Truk Hino 300 untuk Praktik Kendaraan Ringan
SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menerima truk Hino 300 untuk memperkuat praktik siswa dan menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri.
Harianjogja.com, SLEMAN—Satuan Reserse Narkoba Polres Sleman menggerebek dua lokasi pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan ganja di Jalan Parangtritis, Bantul, Kamis (13/2/2014) malam.
Dua tersangka mengaku mendapatkan pasokan dari seorang warga binaan di Lapas Narkotika II A Pakem Sleman.
Informasi yang dihimpun, Jumat (14/2/2014) dua tersangka kurir ganja dan sabu masih berstatus sebagai mahasiswa. Mereka direkrut secara khusus oleh seorang narapidana di Lapas Narkotika Pakem, Sleman.
Identitas napi tersebut masih dirahasikan aparat kepolisian guna penyelidikan. Kedua tersangka yang ditangkap adalah ER, 21, mahasiswa asal Papua dan AN, 29, asal Sumatra Barat.
Penangkapan kedua tersangka berkat laporan masyarakat yang curiga terhadap aktivitas keduanya. Setelah melakukan penyelidikan, polisi langsung menggerebek kamar indekos keduanya.
Polisi pertama kali menggerebek kamar indekos AN, Kamis sekitar pukul 21.00 WIB, di kawasan Jalan Parangtritis, Bantul. Di kamar AN, polisi menemukan satu paket ganja kering seberat dua ons yang terbungkus kertas karton. AN menyembunyikan ganja itu di dalam badan gitar yang digantungkan di atas dinding kamar. Tak hanya itu, polisi juga menemukan satu plastik klip berisi paket sabu dengan berat lima gram.
Dari hasil pemeriksaan terhadap AN, ia tidak bermain sendiri. Polisi menggerebek indekos tersangka ER malam itu juga yang kebetulan masih berada di kawasan Jalan Parangtritis. Di kamar ER petugas mendapatkan dua paket ganja seberat dua ons yang dibungkus kertas koran serta kertas minyak.
Kepala Unit I, Sat Resnarkoba Polres Sleman, Ipda Aji Pramono menjelaskan dari kedua tersangka pihaknya mendapatkan barang bukti empat ons ganja kering dan satu gram sabu. Kedua tersangka merupakan kurir karena sejumlah barang tersebut sudah siap edar. Pihaknya masih melakukan penyelidikan karena diduga tersangka dikendalikan dari seorang napi di Lapas Narkotika Pakem, Sleman.
"Barang akan diedarkan lagi. Dia simpan di kamar indekos, ada yang mengendalikan," terangnya saat dihubungi Jumat (14/2/2014).
Kepada penyidik, kedua tersangka mengaku mendapatkan paket ganja dan sabu siap edar itu dari seorang napi Lapas Narkotika Pakem Sleman. Diduga, napi yang mengendalikan kedua tersangka dapat dengan mudah berkomunikasi melalui ponsel.
"Kami masih menyelidiki secara intensif, untuk mengejar pihak tersebut," imbuh Kasat Narkoba Polres Sleman, AKP Dhanang Anggoro. Sementara hingga Jumat petang, Kalapas Narkotika II A Pakem Sleman, Sartono, belum bisa dikonfirmasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menerima truk Hino 300 untuk memperkuat praktik siswa dan menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri.
Telkom University menangani dugaan perundungan mahasiswa di asrama yang viral di media sosial dengan mengutamakan pendampingan dan privasi.
Veda Pratama start dari posisi ketujuh di Moto3 Mandalika 2026. Pembalap Indonesia itu membidik 15 besar atau meraih poin.
Gempa M5,7 mengguncang barat daya Sukabumi pada Minggu pagi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan mengimbau warga waspada
Dengan layanan operasional 24 jam dan dukungan teknologi mutakhir, Captain Bubbles menjadi sahabat andalan untuk urusan mencuci pakaian.
Gunung Lokon berstatus Level II Waspada dengan 277 gempa vulkanik dangkal pada 16–30 September 2026. Masyarakat dilarang mendekati kawah dalam radius 1,5 kilome