Pabrik Briket Batok Kelapa di Karanganyar Terbakar
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Agenda rutin bulanan upacara bendera bagi perangkat desa di Kulonprogo setiap tanggal 17 akhirnya ditiadakan lantaran masih pekatnya abu vulkanik akibat erupsi Gunung Kelud, Kamis (13/2/2014) lalu.
Sebagai gantinya para perangkat desa dilibatkan langsung dalam kegiatan kerja bakti membersihkan balai desa masing-masing.
Seperti yang terjadi di Desa Cerme, Kecamatan Panjatan, Senin (17/2/2014) kemarin. Seluruh perangkat desa langsung diwajibkan menyingkirkan abu yang menyelimuti lingkungan kantor.
Kepala Desa Cerme, Suroto mengatakan, pihaknya justru mendahului kegiatan kerja bakti sejak Sabtu (15/2/2014) lalu. Saat itu pelayanan publik di Cerme diliburkan sehingga upaya pembersihan abu sangat maksimal.
"Beruntung lagi Senin ini enggak ada upacara, jadi waktu langsung terfokus untuk membersihkan kantor," ujarnya.
Dia melanjutkan, bersamaan dengan itu, pihaknya sudah kembali membuka pelayanan kepada masyarakat. Kendati diselingi dengan acara kerja bakti, pelayanan masyarakat tetap berjalan lancar.
Kerja bakti pun akhirnya tuntas, sehingga Selasa (18/2) ini Pemdes memutuskan tidak ada kegiatan kerja bakti lagi.
"Semuanya sudah bersih karena kami sudah memulai sejak Sabtu. Tadi setelah kerja bakti juga saya lanjutkan dengan rapat koordinasi Pemdes. Jadi mulai Selasa ini pelayanan masyarakat benar-benar bisa maksimal," tandasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Kalibawang. Kegiatan upacara 17-an ditiadakan dan diganti dengan pengajian singkat untuk berdoa bersama mengawali kerja bakti serentak masing-masing Pemdes.
Pantauan koran ini di Balaidesa Banjaroya mendapati kerja bakti langsung melibatkan perangkat desa sejak pukul 07.00 WIB.
Semua perangkat, baik tua dan muda terlibat langsung dalam kegiatan bersih kantor.
Kepala Desa Banjaroya, Anton Supriyono mengungkapkan, pelayanan publik juga tetap berjalan kendati ada kerja bakti. Agar sama-sama berjalan efektif, Pemdes membagi jadwal tugas.
"Jadi separuh pegawai melakukan kerja bakti dari jam 07.00 sampai 10.00 WIB, sementara separuh pegawai melayani masyarakat. Nanti dari jam 10.00 sampai jam 12.00 WIB, mereka gantian," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Ledakan stasiun gas di Ras Laffan Qatar menewaskan 13 orang dan melukai 66 lainnya. Pemerintah pastikan bukan sabotase.
Kejari Sleman tahan anggota DPRD RA kasus korupsi hibah pariwisata 2020 dengan kerugian negara Rp10,95 miliar.
Munas NU 2026 bahas pengelolaan tambang. PBNU tetapkan aset 100% milik organisasi dan tekankan tata kelola berkelanjutan.
Sebanyak 12 tim dari 12 kota bersaing di MLSC All-Stars 2026 Kudus, ajang pembinaan sepak bola putri usia dini Indonesia.
Pemerintah targetkan 80% sampah tertangani 2029 lewat PSEL dan pemilahan dari sumber, dorong perubahan perilaku masyarakat.