Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 82 Pekerja
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
Harianjogja.com, SLEMAN—Warga mulai kekurangan air untuk membersihkan debu vulkanik di lingkungannya masing-masing. Sebagian di antaranya bahkan terpaksa membuka jaringan pipa air di jalanan.
Seperti yang terjadi Desa Kepuhharjo, kecamatan Cangkringan yang masih membutuhkan bantuan air untuk membersihkan debu vulkanik.
Kepala Desa Kepuhharjo Heri Suprapto menjelaskan, air saat ini menjadi sangat dibutuhkan warga pasca hujan abu kiriman dari Gunung Kelud. Menurutnya, membersihkan abu tidak bisa dilakukan tanpa air, mengingat jika disapu debunya justru beterbangan.
Jika sebagian besar warga menggunakan pasokan air di rumah masing-masing untuk membersihkan debu, maka kebutuhan air di rumah tangga akan terganggu. Karena itu ada beberapa warga yang terpaksa memutus pipa air saluran dari mata air Umbul Wadon, Cangkringan.
"Banyak yang melepas pipa saluran, mau bagaimana lagi untuk kebutuhan masyarakat juga. Kalau dari tiap keluarga tidak cukup. Hujan juga belum turun," ungkap Heri, Senin (17/2/2014).
Heri berharap ada pihak yang memberikan bantuan air berupa tangki, terutama untuk mengairi sejumlah pelayanan publik seperti gedung TK/SD dan SMP di Cangkringan untuk meminimalisir debu beterbangan.
Hal yang sama juga dilakukan warga Dusun Pondok, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan. Beberapa warga juga dengan terpaksa melepas pipa saluran air bersih untuk mengairi lingkungan yang berdebu. Selain itu ada juga mengerahkan diesel pompa di area persawahan.
Bahkan warga rela membeli air tangki jika ada yang menjual keliling untuk menyemprotkan debu. "Kalau ada beli tidak apa-apa, syukur kalau ada bantuan," ujar Jumono, 32, warga Dusun Pondok.
Jika dihitung untuk wilayah Sleman saja masih membutuhkan puluhan bahkan ratusan tangki untuk membersihkan sejumlah area publik yang masih tersebar abu vulkanik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.